KEDIRI, SuaraRepublika.id – Sebanyak 37 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Kediri, Jawa Timur, dilaporkan mengalami dugaan keracunan massal usai mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Kamis (17/9/2026) malam, sebanyak 10 siswa harus menjalani perawatan intensif di RSUD Gambiran Kota Kediri, sementara 27 siswa lainnya dinyatakan membaik dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Peristiwa tersebut melanda para peserta didik di dua lembaga pendidikan, yakni SDN Kaliombo dan SDN 34 Kampung Dalem. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah siswa mulai mengeluhkan keluhan medis mendadak seperti mual, pusing, hingga muntah-muntah tak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengonfirmasi kejadian tersebut saat meninjau langsung penanganan pasien anak di RSUD Gambiran. Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat memobilisasi petugas medis guna mengevakuasi seluruh korban ke fasilitas kesehatan terdekat begitu laporan pertama diterima dari pihak sekolah.
“Hari ini pemerintah kota mendapatkan informasi bahwa di SDN Kaliombo dan SDN 34 Kampung Dalem, siswa mengalami keracunan. Langkah cepat langsung diambil dengan membawa anak-anak ke puskesmas terdekat, dan beberapa yang membutuhkan penanganan lanjutan dirujuk ke RSUD Gambiran,” ujar Vinanda di RSUD Gambiran.
Vinanda menjelaskan bahwa kondisi mayoritas siswa yang berobat jalan kini telah stabil. Namun, 10 anak yang dirawat inap di RSUD Gambiran masih terus mendapatkan pemantauan ketat dari tim medis untuk mempercepat proses pemulihan serta mencegah komplikasi dehidrasi akibat muntah berulang.
Guna menindaklanjuti insiden ini, Pemkot Kediri membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan jajaran TNI, Polri, Kejaksaan Negeri, serta instansi teknis kesehatan. Sampel sisa makanan dari program MBG tersebut telah diambil dan dikirim ke laboratorium guna mengetahui secara pasti penyebab kontaminasi.
“Penyebab pastinya masih belum bisa dipastikan karena sampel makanan sedang diuji di laboratorium. Kami masih menunggu hasil tersebut untuk memastikan apakah gangguan kesehatan ini dipicu oleh paparan bakteri tertentu atau adanya bahan makanan yang tidak aman dikonsumsi,” jelasnya.
Juga Baca : Santap Chicken Katsu Program MBG, 9 Siswa SD di Kediri Diduga Keracunan
Sebagai bentuk tindakan tegas dan antisipatif, Pemkot Kediri resmi menghentikan sementara operasional SPPG yang memproduksi makanan untuk kedua sekolah tersebut terhitung mulai Jumat (18/9/2026). Pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna mengevaluasi seluruh rantai pasok dan prosedur pengolahan hidangan.
Terkait kelangsungan pendidikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Kaliombo dan SDN 34 Kampung Dalem dipastikan tetap berjalan normal bagi siswa yang sehat. Sementara bagi siswa terdampak, pihak sekolah memberikan izin untuk beristirahat penuh hingga pulih total.
Pemerintah Daerah menegaskan akan menanggung seluruh skema pembiayaan penanganan medis korban serta menyiapkan tim pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma anak-anak. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kota Kediri akan diperketat, mencakup pengawasan sanitasi dapur penyedia, kebersihan sarana distribusi, hingga kelayakan bahan baku.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali karena yang menjadi korban adalah anak-anak. Pengawasan dan evaluasi akan ketat kami kembangkan ke depan,” pungkas Vinanda.





























