KEDIRI, SuaraRepublika.id – Sebanyak 10.000 santri Pondok Pesantren Lirboyo memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat aksi membatik serentak di Lapangan Barat Aula Muktamar Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan massal ini digelar sebagai bagian dari puncak Festival Santri Nusantara 2026 sekaligus memperingati Hari Santri Nasional.
Perwakilan MURI, Ari Andriyani, hadir langsung di lokasi untuk memverifikasi dan menyerahkan piagam penghargaan pemecahan rekor membatik massal tersebut.
Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Agus H. Adibussholeh Anwar, menyampaikan bahwa agenda ini digelar tidak sekadar untuk memecahkan rekor, melainkan sebagai langkah nyata melestarikan warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO.
“Membatik tidak asing bagi Lirboyo karena istri pendiri pesantren, Ibu Nyai Hj. Dlomroh, berprofesi sebagai pembatik. Hari ini santri Lirboyo membatik karena punya jalur dan keteladanan yang jelas untuk melestarikan budaya,” ujar Gus Adib, Kamis (8/10/2026).
Gus Adib menambahkan, dalam ajang ini para santri juga diperkenalkan dengan desain batik khas Pondok Lirboyo. Keterampilan ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi santri ketika kembali ke daerah asal, khususnya wilayah yang memiliki tradisi batik seperti Pekalongan.
Acara tersebut turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Majelis Pembina Pesantren, Owner PT Rolupat Kriya Indonesia Gusti Kanjeng Ayu Hemi Christiningsih, serta Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Ir. Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro.
Festival Santri Nusantara 2026 yang berlangsung pada 4–8 Oktober 2026 ini didukung oleh PT Rolupat Kriya Indonesia, Pertamina, dan PGN. Rangkaian acara ditutup pada Kamis malam melalui agenda Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang diperkirakan dihadiri hingga 50.000 pengunjung.





























