LOMBOK, SuaraRepublika.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar terbebas dari praktik korupsi dan penyelewengan. Prabowo secara khusus meminta seluruh jajaran pemerintahan daerah serta aparat TNI-Polri untuk turun tangan langsung memeriksa kondisi di lapangan.
Dalam pidatonya saat peresmian 5 bendungan di Lombok Barat, Prabowo menyampaikan impiannya untuk melihat Indonesia menjadi negara yang hebat dan makmur, di mana masyarakat miskin dapat tersenyum karena memiliki harapan, serta tidak ada lagi anak-anak yang kelaparan. Demi mewujudkan hal tersebut, ia memastikan program MBG akan terus dilanjutkan.
Namun, ia juga menyadari adanya potensi gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam pelaksanaan program berskala nasional ini.
“Tapi kita mengerti dan kita sadar, banyak yang menyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ,” ujar Prabowo dengan nada tegas.
Merespons ancaman penyelewengan tersebut, Prabowo menginstruksikan seluruh elemen pimpinan daerah mulai dari Gubernur, Bupati, Camat, hingga Kepala Desa untuk melakukan pengawasan ketat.
Tidak hanya jajaran pemerintahan sipil, instruksi khusus juga diarahkan kepada aparat teritorial dan keamanan, kepolisian di tingkat wilayah, termasuk Dandim, Kapolres, hingga Kapolsek.
“Maka saya minta Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, Dandim, periksa! Semua dapur MBG saudara periksa! Laporkan ke Kepala BKN (Badan Gizi Nasional), kalau perlu lapor langsung ke saya,” tambahnya.
Guna mempermudah pengawasan publik, Prabowo bahkan membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan kejanggalan atau penyelewengan kuantitas maupun kualitas makanan melalui media sosial. Ia berjanji akan langsung mengirimkan tim khusus untuk menyelesaikan masalah yang dilaporkan.
Di akhir penyampaiannya, Prabowo kembali mengingatkan para pimpinan komando kewilayahan TNI dan Polri untuk proaktif bergerak menjaga program prioritas ini. “Dandim, Kapolres, Kapolsek, silakan periksa! Periksa, periksa yang betul,” pungkasnya.































