KEDIRI, SuaraRepublika.id – Aksi vandalisme menyasar benda bersejarah di Kabupaten Kediri. Kereta peninggalan Bupati Kediri yang berada di Desa Kandat, Jalan Glinding, dilaporkan menjadi korban pengrusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kejadian tersebut diduga berlangsung pada malam hari. Aksi pengerusakan ini bahkan tidak diketahui oleh juru kunci setempat, meskipun rumah sang juru kunci berada tepat di depan lokasi penyimpanan kereta peninggalan tersebut.
Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK3), Imam Mubarok, membenarkan adanya peristiwa tersebut setelah menerima laporan langsung dari warga pada pagi hari. Ia mengecam keras tindakan perusakan terhadap benda berharga yang menjadi bagian dari cagar budaya dan sejarah Kediri tersebut.
“Ini adalah sebuah tamparan keras terkait vandalisme ataupun perusakan benda-benda purbakala maupun cagar budaya di Kediri,” tegas Imam Mubarok saat dikonfirmasi.
Imam mengungkapkan, upaya untuk mengidentifikasi pelaku cukup sulit dilakukan lantaran tidak adanya fasilitas kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Meski demikian, Imam Mubarok yang juga merupakan Presidium DKJT (Dewan Kesenian Jawa Timur) menegaskan bahwa pihaknya telak melakukan langkah cepat untuk menindaklanjuti kasus ini. Imam mengaku telah melaporkan insiden perusakan tersebut kepada pimpinan daerah dan aparat kepolisian setempat.
“Sudah saya laporkan ke Bupati dan sudah saya laporkan ke Polsek Kandat,” pungkasnya.
Saat ini, kasus pengrusakan benda peninggalan sejarah tersebut telah diserahkan kepada pihak Polsek Kandat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.






























