KEDIRI, SuaraRepublika.id – Warga Jalan Gatotkoco, Dusun Parerejo, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri mendadak geger pada Selasa (26/5/2026) siang. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya dalam kondisi yang memprihatinkan.
Korban diketahui bernama FDF (38), seorang pria asal Dusun Jajar, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB setelah warga sekitar mencurigai adanya bau menyengat.
Kapolsek Pare Polres Kediri, AKP Rudi Darmawan, membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut. Pihaknya segera menerjunkan personel ke lokasi begitu menerima laporan dari perangkat desa setempat.
“Kami menerima laporan penemuan seorang laki-laki meninggal dunia di dalam kamar kos sekitar pukul 12.00 WIB. Anggota langsung bergerak ke TKP untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara,” ujar AKP Rudi Darmawan saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Misteri kematian FDF mulai terkuak sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Ragil Saputra (20), seorang penghuni kos yang kamarnya tepat berada di sebelah kamar korban, menjadi orang pertama yang menyadari ada hal yang tidak beres.
Saat hendak makan, Ragil mencium bau busuk yang sangat menyengat dari arah kanan kamarnya. Ia sempat berusaha mencari warga atau penghuni kos lain untuk mengecek asal bau tersebut, namun kondisi rumah kos saat itu sedang sepi.
“Saya mencium bau busuk sekali dari arah samping kanan kamar saat mau makan. Saya coba cari penghuni kos lain atau warga sekitar untuk mengecek, tapi waktu itu sama sekali tidak ada orang,” kata Ragil dalam keterangannya.
Rasa penasaran Ragil akhirnya terjawab saat siang hari ketika penghuni kos lainnya, Sosro Rianto (47), pulang. Ragil langsung memberitahu Sosro mengenai bau menyengat misterius yang bersumber dari kamar korban. Karena sama-sama tidak berani membuka pintu kamar tersebut, mereka akhirnya memilih untuk melaporkan kejadian itu.
Warga kemudian menghubungi Ali Nasrudin (42), seorang perangkat desa setempat, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Gedangsewu. Petugas bersama perangkat desa langsung meluncur ke lokasi untuk memastikan sumber bau yang meresahkan itu.
Begitu pintu kamar berhasil dibuka, petugas menemukan Feri sudah dalam keadaan terbujur kaku dan meninggal dunia. Berdasarkan kondisi jasad saat ditemukan, korban diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhirnya sejak tiga hari yang lalu.
Kondisi ini diperkuat oleh keterangan dari rekan kerja korban yang berada di lokasi. Kepada petugas, sang rekan kerja mengaku sudah tiga hari lamanya tidak melihat korban masuk kerja tanpa ada kabar.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Petugas hanya mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel merek Infinix warna hitam milik korban.
“Saat dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat penyebab korban meninggal dunia karena penyakit lambung yang dideritanya selama ini,” pungkas AKP Rudi Darmawan.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jasar Feri kemudian dievakuasi oleh petugas. Jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) guna menjalani proses otopsi lebih lanjut. (Eko)























