KEDIRI, SuaraRepublika.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Kediri melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN meluncurkan program pendampingan berkelanjutan yang menyasar 20 keluarga penerima manfaat (mustahik). Program ini memadukan pembinaan spiritual dan edukasi manajemen keuangan guna mendorong kemandirian masyarakat secara menyeluruh.
Kegiatan rutin yang digelar sepekan sekali ini berpusat di Rumah Joglo, Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Melalui wadah ini, para peserta dibimbing untuk memperkuat karakter keluarga berbasis nilai keagamaan sekaligus mengasah kecakapan memilah pengeluaran rumah tangga.
Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho menyatakan, intervensi sosial ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang. Pemberdayaan ekonomi dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa ditopang mentalitas dan pemahaman finansial yang matang dari tiap anggota keluarga.
“Melalui YBM BRILiaN, kami ingin pendampingan yang diberikan dapat menyentuh kebutuhan keluarga secara lebih menyeluruh. Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memperkuat nilai spiritual yang dapat menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Adi dalam keterangan resminya.
Dalam sesi pembinaan finansial, para mustahik dibekali materi praktis terkait penyusunan anggaran harian, teknik menabung, serta metode membedakan kebutuhan primer dengan keinginan konsumtif. Edukasi ini diprioritaskan untuk memutus rantai ketergantungan pada utang tidak sehat yang kerap menjerat perekonomian keluarga pra-sejahtera.
Secara paralel, pendekatan spiritual diarahkan untuk membangun rasa syukur, rasa tanggung jawab, dan soliditas internal keluarga. Pola pembimbingan yang dilakukan berulang tiap minggu memungkinkan para peserta mengadopsi materi pelatihan menjadi kebiasaan harian secara perlahan.
BRI Kediri menegaskan bahwa skema bantuan YBM BRILiaN telah bergeser dari sekadar karitas atau bantuan dana instan menuju penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan intervensi terstruktur dari tingkat desa, penerima manfaat diharapkan mampu mengelola pendapatan secara bijak dan bertransisi menjadi keluarga yang mandiri secara ekonomi.
“Kami berharap 20 keluarga mustahik yang mengikuti kegiatan ini semakin kuat secara spiritual dan semakin bijak dalam mengelola keuangan. Dengan pendampingan yang konsisten, mereka dapat membangun keluarga yang lebih tangguh dan berdaya,” tutup Adi.
Melalui konsistensi program di Desa Seketi ini, BRI Kediri berkomitmen memperluas cakupan pemberdayaan berbasis komunitas sebagai strategi pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Kediri.





























