SURABAYA, SuaraRepublika.id – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat rencana kebijakan pendidikan gratis yang diusung Presiden Prabowo Subianto. PII Jatim mendesak pemerintah agar segera merealisasikan skema tersebut secara konkret dan tidak menjadikannya sekadar retorika politik.
Ketua Umum PW PII Jawa Timur, Sang Aji Prawismo, menyatakan dukungan terhadap rencana pembebasan biaya pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri. Meski menyambut positif perluasan akses pendidikan sebagai hak dasar warga negara, ia memberikan peringatan keras terkait kejelasan regulasi dan teknis pelaksanaan di lapangan.
“Kami tentu menyambut baik rencana pendidikan gratis ini. Tetapi jangan sampai hanya omon-omon. Setelah disampaikan, masyarakat tentu menunggu langkah konkretnya. Bagaimana skemanya, kapan dimulai, dan bagaimana pelaksanaannya harus segera dijelaskan dan direalisasikan,” tegas Sang Aji.
Ia menyoroti pentingnya mekanisme pengawasan yang kuat dari pemerintah pusat hingga daerah. Langkah ini dinilai vital guna mencegah munculnya praktik pungutan liar atau biaya terselubung di tingkat satuan pendidikan yang selama ini kerap membebani para orang tua siswa. Menurutnya, kepastian hilangnya pungutan administratif menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah dalam menggratiskan sekolah.
Selain membebaskan biaya, Sang Aji mengingatkan bahwa perluasan akses pendidikan wajib berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran. Kualitas tenaga pengajar, pemenuhan fasilitas sarana-prasarana, serta penciptaan lingkungan sekolah yang memadai tidak boleh terabaikan demi mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
PW PII Jawa Timur mendorong pemerintah untuk melahirkan regulasi yang terukur serta membuka ruang partisipasi publik, khususnya bagi kalangan pelajar, dalam menyusun dan mengawasi implementasi kebijakan. Organisasi tersebut menyatakan siap berdiri di barisan terdepan guna memastikan kebijakan anggaran pendidikan benar-benar berdampak langsung dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata.





























