KEDIRI, SuaraRepublika.id – Warga Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur digemparkan dengan penemuan jasad seorang lansia yang tewas gantung diri di dalam rumahnya. Korban diketahui bernama Supardi (73), yang selama ini tinggal sebatang kara.
Peristiwa pilu ini pertama kali diketahui pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 06.15 WIB. Berdasarkan laporan kepolisian, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di ruang tengah rumahnya oleh seorang warga yang hendak mengantarkan makanan.
Saksi mata, Siti Kotijah (45), awalnya menyuruh anaknya, MZ (12), untuk mendatangi rumah korban. Sudah menjadi kebiasaan keluarga Siti untuk menawarkan makanan kepada korban yang memang tidak bekerja dan hidup dari bantuan tetangga.
“Lampu rumah sudah mati dan pintu depan sedikit terbuka saat anak saya masuk. Dia langsung lari ketakutan sambil berteriak karena melihat Mbah Supardi sudah tergantung,” ujar Siti saat memberikan keterangan kepada petugas.
Siti kemudian mengecek langsung ke dalam rumah dan mendapati kenyataan pahit tersebut. Ia segera melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar dan Sujoko (53), anak kandung korban, sebelum diteruskan ke Polsek Kepung.
Mendapat laporan, Unit INAFIS Polres Kediri bersama Kapolsek Kepung AKP Agung Saifudin dan tim medis Puskesmas Keling segera tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa kondisi jenazah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dr. Pratiwi dari Puskesmas Keling, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ciri-ciri fisik yang ditemukan menunjukkan bahwa korban murni meninggal dunia akibat gantung diri.
Ternyata, upaya mengakhiri hidup ini bukan yang pertama kalinya dilakukan korban. Sujoko mengungkapkan bahwa tiga hari sebelumnya, ia sempat melepas seutas tali kuning yang tergantung di dapur rumah ayahnya.
“Waktu itu saya tanya buat apa, katanya buat jemuran. Karena curiga, talinya langsung saya lepas untuk jaga-jaga,” ungkap Sujoko dengan nada sesal mengingat firasat yang sempat muncul tersebut.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menganggap kejadian ini sebagai musibah murni. Berdasarkan keterangan tetangga, korban memang menunjukkan gejala pikun dan sering mengeluh ingin mengakhiri hidup karena merasa lelah.
Atas permintaan keluarga, otopsi dalam tidak dilakukan dan jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman almarhum Supardi dilaksanakan pada pukul 08.30 WIB dengan pengawalan dari tiga pilar Kecamatan Kepung.KEDIRI, SuaraRepublika.id – Warga Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur digemparkan dengan penemuan jasad seorang lansia yang tewas gantung diri di dalam rumahnya. Korban diketahui bernama Supardi (73), yang selama ini tinggal sebatang kara.
Peristiwa pilu ini pertama kali diketahui pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 06.15 WIB. Berdasarkan laporan kepolisian, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di ruang tengah rumahnya oleh seorang warga yang hendak mengantarkan makanan.
Saksi mata, Siti Kotijah (45), awalnya menyuruh anaknya, MZ (12), untuk mendatangi rumah korban. Sudah menjadi kebiasaan keluarga Siti untuk menawarkan makanan kepada korban yang memang tidak bekerja dan hidup dari bantuan tetangga.
“Lampu rumah sudah mati dan pintu depan sedikit terbuka saat anak saya masuk. Dia langsung lari ketakutan sambil berteriak karena melihat Mbah Supardi sudah tergantung,” ujar Siti saat memberikan keterangan kepada petugas.
Siti kemudian mengecek langsung ke dalam rumah dan mendapati kenyataan pahit tersebut. Ia segera melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar dan Sujoko (53), anak kandung korban, sebelum diteruskan ke Polsek Kepung.
Mendapat laporan, Unit INAFIS Polres Kediri bersama Kapolsek Kepung AKP Agung Saifudin dan tim medis Puskesmas Keling segera tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa kondisi jenazah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dr. Pratiwi dari Puskesmas Keling, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ciri-ciri fisik yang ditemukan menunjukkan bahwa korban murni meninggal dunia akibat gantung diri.
Ternyata, upaya mengakhiri hidup ini bukan yang pertama kalinya dilakukan korban. Sujoko mengungkapkan bahwa tiga hari sebelumnya, ia sempat melepas seutas tali kuning yang tergantung di dapur rumah ayahnya.
“Waktu itu saya tanya buat apa, katanya buat jemuran. Karena curiga, talinya langsung saya lepas untuk jaga-jaga,” ungkap Sujoko dengan nada sesal mengingat firasat yang sempat muncul tersebut.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menganggap kejadian ini sebagai musibah murni. Berdasarkan keterangan tetangga, korban memang menunjukkan gejala pikun dan sering mengeluh ingin mengakhiri hidup karena merasa lelah.
Atas permintaan keluarga, otopsi dalam tidak dilakukan dan jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman almarhum Supardi dilaksanakan pada pukul 08.30 WIB dengan pengawalan dari tiga pilar Kecamatan Kepung. (Eko)































