KEDIRI, SuaraRepublika.id – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Kediri mencatat pertumbuhan signifikan dalam perluasan inklusi keuangan daerah. Hingga Juli, jaringan Agen BRILink di wilayah Kediri dan sekitarnya telah mencapai 7.605 agen dengan total volume penjualan (sales volume) menyentuh Rp2,73 triliun dari 2,37 juta transaksi.
Pemimpin BRI Branch Office Kediri, Adi Nugroho, menyatakan bahwa keberadaan Agen BRILink terbukti memberikan dampak ganda. Selain mendekatkan akses perbankan ke masyarakat, program kemitraan ini mendorong pemberdayaan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil.
“Keberadaan Agen BRILink tidak hanya memberikan kemudahan transaksi bagi warga sekitar, tetapi juga menciptakan peluang tambahan pendapatan bagi agen serta mendukung aktivitas ekonomi di lingkungannya,” kata Adi dalam keterangan tertulisnya.
Salah satu mitra yang merasakan dampak pertumbuhan tersebut adalah Dwi Astuti, pemilik Agen BRILink di Kelurahan Pakunden, Kota Kediri. Mengawali usaha bengkel ban dan toko alat tulis pada 2015, Dwi mengembangkan usahanya menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI pada 2016 sebelum akhirnya bergabung sebagai Agen BRILink.
Saat ini, tempat usahanya melayani rata-rata 50 transaksi harian untuk berbagai kebutuhan perbankan, mulai dari transfer antarbank, pembayaran tagihan bulanan, hingga pengisian dompet digital. Pada periode penyaluran bantuan pemerintah, jumlah transaksi di lokasinya bahkan dapat melonjak hingga lebih dari 100 transaksi per hari.
“Hasil dari kemitraan ini menjadi pendapatan tambahan untuk membantu biaya pendidikan anak,” ujar Dwi.
Adi menegaskan bahwa BRI berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem jaringan agen ini guna mendukung percepatan inklusi keuangan daerah. Pihaknya berharap mitra Agen BRILink dapat terus menjaga kualitas layanan demi mempermudah aksesibilitas perbankan bagi masyarakat luas.





























