PASURUAN, SuaraRepublika.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha membagikan ratusan Bendera Merah Putih kepada civitas akademika Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Erlangga Selatan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan tersebut digelar dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia serta memperkuat rasa nasionalisme generasi muda. Suasana kegiatan dipenuhi semangat kebangsaan saat Gubernur Khofifah mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu “Hari Merdeka” dan “Halo-Halo Bandung”.
Gubernur Khofifah menegaskan, pembagian dan pengibaran Bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk membangkitkan jiwa patriotisme dan menjaga persatuan bangsa.
“Karena ini sudah memasuki bulan kemerdekaan, saya rasa ini momentum tepat untuk menggelorakan semangat kemerdekaan. Bendera Merah Putih adalah simbol yang menyatukan seluruh masyarakat Indonesia di tengah keberagaman,” ujar Khofifah di Pasuruan.
Ia menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Nilai-nilai historis tersebut dinilai penting untuk terus ditanamkan kepada para siswa sejak dini agar memahami pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di tengah pesatnya era digital, Khofifah juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari perjuangan fisik menuju ancaman disinformasi, hoaks, serta narasi provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Oleh karena itu, generasi muda diimbau mengisi kemerdekaan melalui jalur pendidikan, prestasi, serta kekebalan terhadap isu-isu negatif.
“Para siswa tidak perlu mengangkat senjata, tetapi mereka harus belajar keras, berprestasi, berinovasi, dan tidak mudah termakan isu provokatif,” jelasnya.
Khofifah berharap Bendera Merah Putih yang diterima para siswa dapat menjadi pemicu motivasi untuk belajar giat guna mempersiapkan diri menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Ini adalah simbol dan motivasi bahwa masa depan bangsa ada di tangan mereka. Anak-anak harus tumbuh dengan baik dan mendapatkan akses pendidikan yang setara,” pungkas Khofifah.































