KEDIRI, SuaraRepublika.id– Warga Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, mendadak gempar setelah menemukan seekor buaya berkeliaran di lingkungan pemukiman pada Kamis (30/4/2026). Reptil predator tersebut ditemukan berada di selokan dan sempat menyedot perhatian khalayak ramai.
Pihak pemerintah desa yang mendapatkan laporan segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri untuk proses evakuasi. Langkah ini diambil guna mengantisipasi jatuhnya korban dan menghilangkan keresahan warga yang bermukim di sekitar lokasi penemuan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengonfirmasi telah menerjunkan satu tim kecil dari Pos Damkar Ngadiluwih. Petugas bergerak cepat melakukan penangkapan agar hewan tersebut tidak melarikan diri ke area yang lebih padat penduduk.
“Proses penangkapan tidak sampai 30 menit, buaya sudah bisa diamankan,” ujar Kaleb.
Berdasarkan identifikasi awal, predator dengan corak cokelat gradasi putih tersebut merupakan jenis buaya muara yang memiliki panjang sekitar 1 meter.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Deyeng, Didik Prasetyo, mengungkapkan bahwa awalnya warga tidak menyangka hewan tersebut adalah seekor buaya. Banyak yang menganggapnya hanya seekor biawak biasa yang memang sering terlihat berseliweran di area desa.
“Warga juga tak begitu menghiraukannya karena menganggapnya sebagai biawak. Namun saat dicermati dengan seksama, ternyata reptil kali ini jenis predator puncak, yaitu buaya, sehingga membuat heboh,” jelas Didik menceritakan kronologi penemuan.
Pihak desa sempat menelusuri kemungkinan adanya warga yang memelihara reptil tersebut, namun hasilnya nihil. Didik menduga keberadaan buaya ini ada kaitannya dengan sungai besar di desa tersebut yang berhilir ke Sungai Brantas, terutama setelah wilayah tersebut sempat dilanda banjir.
“Sempat juga kami tanya-tanya warga mungkin ada yang pelihara buaya, tapi tidak ada. Apalagi beberapa waktu lalu sungainya sempat banjir,” tambah Didik. Saat ini, buaya tersebut telah diamankan dan akan segera diserahkan ke pihak BKSDA untuk penanganan serta konservasi lebih lanjut. (Eko)































