BATANG, SuaraRepublika.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Langkah ini dilakukan guna mendukung program nasional Asta Cita yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto dalam pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri acara Akad Massal KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Khofifah menyatakan, Pemprov Jatim siap memperkuat sinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota, perbankan, hingga asosiasi pengembang seperti REI, APERSI, dan HIMPERRA.
“Penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi MBR merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pemprov Jawa Timur siap mendukung Asta Cita Presiden Prabowo melalui penguatan ekosistem penyediaan perumahan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Khofifah.
Menurutnya, sektor perumahan memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang strategis. Selain memenuhi kebutuhan dasar, sektor ini turut menggerakkan roda perekonomian daerah melalui pertumbuhan industri konstruksi, bahan bangunan, serta penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan data Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur per 19 Juni 2026, potensi penyediaan rumah FLPP di Jatim terbilang melimpah.
Dari pendataan di 38 kabupaten/kota, tercatat sebanyak 187.351 unit rumah subsidi telah dibangun oleh para pengembang. Dari total tersebut, 123.948 unit diantaranya telah terjual melalui skema subsidi. Saat ini masih tersedia potensi 60.881 unit rumah subsidi, dengan rincian 2.048 unit ready stock dan 474 unit dalam proses pembangunan.
Sementara itu, per 29 Juli 2026, realisasi penyaluran FLPP di Jawa Timur dilaporkan telah menembus angka 8.207 unit rumah yang tersebar di 802 lokasi perumahan, dengan total pembiayaan mencapai sekitar Rp980 miliar.
“Data ini menunjukkan kapasitas dan kesiapan Jatim yang kuat dalam mendukung program perumahan nasional. Potensi yang ada harus dioptimalkan agar semakin banyak keluarga yang memiliki akses hunian layak,” tegasnya.
Guna mempercepat proses kepemilikan rumah bagi MBR, Pemprov Jatim juga mendorong kemudahan dari sisi regulasi dan perizinan di daerah. Saat ini, seluruh 38 kabupaten/kota di Jatim telah mengantongi regulasi terkait Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Hingga Mei 2026, sebanyak 19 kabupaten/kota telah menerapkan percepatan layanan PBG, dan 21 kabupaten/kota bahkan telah membebaskan biaya PBG (layanan gratis) khusus bagi MBR.
“Kita harus memastikan seluruh ekosistem pendukung berjalan efektif, mulai dari ketersediaan lahan, kemudahan perizinan, pembiayaan, hingga kepastian akses bagi masyarakat,” terang Khofifah.
Selain memacu penyediaan rumah baru melalui program FLPP, Pemprov Jatim secara konsisten mengakselerasi penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat miskin ekstrem melalui kerja sama dengan TNI.
Dalam kurun waktu 2019 hingga 2025, kolaborasi Pemprov Jatim bersama Kodam V/Brawijaya telah berhasil merenovasi 35.401 unit RTLH. Pada tahun 2026, program ini ditargetkan menyasar 1.700 unit tambahan, sehingga total rehabilitasi rumah bersama Kodam V/Brawijaya mencapai 37.101 unit.
Sinergi serupa juga dijalankan bersama Lantamal V/Kodaeral V. Sejak 2019 hingga 2025, sebanyak 2.674 unit rumah telah dipugar, dan ditambah target 220 unit pada tahun 2026. Secara akumulatif, total renovasi RTLH bersama Lantamal V mencapai 2.894 unit.
“Alhamdulillah, total akumulasi sebanyak 39.995 unit RTLH telah direhabilitasi menjadi rumah layak huni melalui program gotong royong ini. Keberhasilan penyediaan hunian layak memang membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Khofifah.































