KEDIRI, SuaraRepublika.id – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) MKSO Kebun Dhoho meningkatkan pengawasan dan optimasi pengairan tanaman tebu guna mengantisipasi dampak kemarau panjang. Langkah ini difokuskan pada fase pascapanen agar pertumbuhan tunas tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) budidaya.
General Manager MKSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, menyatakan bahwa monitoring intensif dilakukan secara berkala di seluruh areal perkebunan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kestabilan pertumbuhan tanaman serta mengantisipasi potensi kekeringan akibat penurunan curah hujan dan kenaikan suhu udara.
“Kami dan seluruh jajaran bagian tanaman rutin melaksanakan monitoring di setiap sudut lahan tebu. Monitoring ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan budidaya tebu berjalan sesuai prosedur,” ujar Juni.
Guna mengatasi keterbatasan air di musim kemarau, pihak kebun memanfaatkan tiga titik sumur besar untuk mendukung pasokan air ke seluruh area pertanaman. Pengawasan sistem irigasi juga diperketat agar distribusi air menjangkau wilayah yang membutuhkan. Kekurangan air berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman dan menurunkan produktivitas tebu secara signifikan.
Selain sistem irigasi, evaluasi berkala turut dilakukan mencakup seluruh alur budidaya, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Petugas di lapangan diinstruksikan untuk mendeteksi dini berbagai kendala operasional, seperti potensi serangan hama dan hambatan akses logistik.
Upaya mitigasi ini bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2026. Juni berharap penguatan manajemen budidaya ini dapat menjaga keberlanjutan produksi tebu sekaligus mendukung kesejahteraan para petani di wilayah Kediri dan sekitarnya.





























