KEDIRI, SuaraRepublika.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Kelud yang berada di wilayah Kediri, Blitar, dan Malang, Jawa Timur, hingga saat ini berada pada status Level I (Normal). Kendati demikian, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap mewaspadai potensi bahaya di sekitar area kawah dan aliran sungai.
Berdasarkan laporan pengamatan aktivitas gunung api periode Senin (7/9/2026) pukul 00:00–24:00 WIB yang disusun oleh Petugas Pos Pengamatan Budi Prianto, secara visual Gunung Kelud terlihat jelas dan tidak teramati adanya emisi asap kawah. Kondisi cuaca di sekitar area gunung terpantau cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar antara 17–34 °C serta hembusan angin sedang hingga kencang menuju arah utara, timur laut, dan timur.
Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat terjadi empat kali gempa Tektonik Jauh dalam kurun waktu 24 jam pengamatan. Gempa tersebut memiliki amplitudo berkisar 1–32 mm dengan durasi gempa antara 55 hingga 180 detik.
Meski statusnya berada pada Level I (Normal), PVMBG merilis dua poin rekomendasi untuk menjaga keselamatan warga sekitar maupun wisatawan:
- Pembatasan Jarak Aman: Masyarakat, pengunjung, serta wisatawan dilarang mendekati area kawah Gunung Kelud dalam radius minimal 1 kilometer.
- Waspada Lahar: Masyarakat dan para penambang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bahaya lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu langsung di puncak Gunung Kelud.





























