KEDIRI, SuaraRepublika.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri mempercepat frekuensi pelaksanaan donor darah dari tiga bulan menjadi dua bulan sekali. Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan stok darah di wilayah Kabupaten Kediri tetap aman.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Sos Kecamatan Ringinrejo, Siti Nafiah, di sela-sela aksi donor darah yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Ringinrejo, Rabu (8/4/2026).
“Kegiatan hari ini dilaksanakan secara rutin. Ada perubahan jadwal, yang dulunya tiga bulanan sekarang menjadi dua bulanan dengan target kuota kurang lebih 100 pendonor,” ujar Siti Nafiah.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menyasar partisipasi dari berbagai unsur masyarakat dan instansi pemerintah. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah elemen yang terlibat meliputi pegawai kecamatan, anggota Polsek Ringinrejo, dan Koramil 0809/09 Kandat, staf UPTD Puskesmas Sambi, organisasi Masyarakat dari Pengurus NU, Muhammadiyah, dan LDII, hingga karang taruna serta anggota perguruan pencak silat setempat.
Untuk memastikan kualitas kantong darah yang dihimpun, PMI memberlakukan prosedur pemeriksaan fisik dan kesehatan yang ketat bagi setiap calon pendonor. Sebelum pengambilan darah, peserta wajib melalui tahapan absensi dan skrining medis oleh tim dokter.
Salah satu peserta, Agus (55), menyatakan bahwa rutinitas donor darah telah menjadi bagian dari pola hidup sehatnya.
“Selain membantu sesama, saya bisa sekalian cek kesehatan gratis secara berkala,” kata Agus.
Hingga kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIB, proses pengambilan darah berjalan kondusif dengan koordinasi ketat antara petugas medis dan pihak Kecamatan Ringinrejo. PMI berharap perubahan jadwal rutin ini dapat menjaga keberlanjutan pasokan darah bagi pasien yang membutuhkan di rumah sakit seluruh Kabupaten Kediri. (Eko)































