KEDIRI, SuaraRepublika.id – Ratusan warga Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, saling berdesak-desakan demi berebut gunungan dalam ritual Bersih Desa. Acara tradisi yang digelar sebagai wujud melestarikan budaya lokal sekaligus memperingati Tahun Baru Hijriah ini berlangsung dengan sangat meriah.
Dalam gelaran tahun ini, pihak panitia menyediakan total 10 gunungan. Salah satu yang paling dinanti adalah gunungan tahu kuning yang berisi sekitar 4.500 buah tahu—jumlah yang sama seperti pelaksanaan tahun lalu. Selain tahu kuning yang menjadi ikon kuliner daerah, warga juga disuguhkan gunungan sayur dan buah yang merupakan hasil bumi asli dari wilayah setempat. Menariknya, tahun ini terdapat tambahan gunungan khusus yang murni terbuat dari cabai.
Kemeriahan acara sudah terasa sejak awal dengan adanya iring-iringan kesenian tradisional Reog yang menghibur warga di sepanjang rute pawai sebelum prosesi perebutan gunungan dimulai.
Kepala Desa Toyoresmi, Gatot Siswanto, menjelaskan bahwa esensi dari kegiatan ini tidak hanya sekadar pesta rakyat, melainkan ada nilai sejarah dan potensi wisata yang ingin diangkat ke permukaan.
“Kegiatan ini merupakan wujud syukur kami sekaligus upaya melestarikan adat leluhur melalui Bersih Desa di bulan Suro ini. Selain itu, momentum ini juga kami manfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata religi yang ada di desa kami, yaitu Makam Auliya Syech Zainal Abidin,” ujar Gatot Siswanto.
Lebih lanjut, Gatot menambahkan bahwa Syech Zainal Abidin yang berasal dari Pekanbaru, Riau, dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai tokoh cikal bakal pembuka wilayah Toyoresmi.
Melalui perpaduan tradisi ritual, seni budaya Reog, dan penguatan wisata religi ini, Pemerintah Desa Toyoresmi berharap dapat mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat roda perekonomian berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.































