MADIUN, SuaraRepublika.id – Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mendatangi rumah duka korban kecelakaan kereta api (KA) Logawa di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat (10/7). Kedatangan tersebut bertujuan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan santunan kepada keluarga korban tewas, Tabah Nur Arriski.
Vice President Daop 7 Madiun Ali Afandi, Deputy Alam Prasetyo, beserta jajaran manajemen menyerahkan langsung bantuan moril dan santunan tersebut kepada pihak keluarga.
“Kehadiran kami hari ini sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka yang dialami keluarga. Kami berharap kehadiran kami dapat menjadi penguat bagi keluarga,” ujar Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, Jumat (10/7).
Selain menyambangi rumah duka, pihak KAI Daop 7 juga menjenguk korban selamat bernama Djamiran yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di RSUD Nganjuk. Kunjungan yang dipimpin oleh Manager Kesehatan Daop 7 Madiun ini dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan korban.
Terkait kelanjutan penanganan insiden kecelakaan di perlintasan sebidang JPL 103 Bagor tersebut, Tohari menyatakan bahwa KAI Daop 7 Madiun terus berkoordinasi dengan pihak berwenang.
“Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak berwenang. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat,” kata Tohari.
Ia juga mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk meningkatkan kepatuhan dan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.































