BLITAR, SuaraRepublika.id – Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Blitar mengambil langkah konkret dalam merespons berbagai dinamika organisasi. Melalui rapat pengurus harian dan ketua perguruan anggota yang digelar Sabtu (30/5/2026), IPSI fokus memperkuat komunikasi serta menyiapkan atlet terbaik untuk kejuaraan mendatang.
Bendahara IPSI Kabupaten Blitar, Tjahja Wahju Djatmiko, menyatakan bahwa berbagai masukan di media sosial justru menjadi bahan evaluasi positif. Pihaknya berkomitmen untuk menanggapi setiap aspirasi dengan bijak melalui ruang dialog yang disediakan.
“IPSI menanggapi dengan bijak apa yang menjadi masukan. Karena itu kita kumpulkan ketua-ketua perguruan supaya apa yang menjadi aspirasi anggota IPSI bisa diwadahi dan terpenuhi,” ujar Tjahja.
Salah satu fokus utama rapat adalah transparansi sistem seleksi atlet, khususnya untuk Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026 yang menjadi ajang Road to PON. Mengingat waktu persiapan yang terbatas, Binpres dan lembaga pelatih melakukan seleksi ketat berdasarkan rekam jejak prestasi di tingkat provinsi.
Seleksi dilakukan dengan memantau atlet berprestasi dari ajang Porprov 2025, Popda 2024, hingga Kejurprov 2024. Langkah ini terbukti efektif, salah satunya dibuktikan oleh atlet Puslatkab KONI Kabupaten Blitar, Aditya Dwi Kurniawan, yang berhasil meraih medali perak.
Terkait pengelolaan dana dan organisasi, Tjahja menyebut isu yang muncul umumnya akibat kurangnya komunikasi. IPSI Kabupaten Blitar sebenarnya telah memiliki forum rutin tiga bulanan yang digelar berpindah-pindah antarperguruan sebagai wadah penyampaian aspirasi.
“Kalau ada uneg-uneg atau masukan sebenarnya bisa disampaikan dalam forum itu. Justru forum tiga bulanan ini dibuat agar semua perguruan bisa menyampaikan pendapat dan mencari solusi bersama,” jelas Tjahja.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta sepakat menjaga kerukunan serta mendukung kepengurusan hingga akhir masa jabatan yang tersisa sekitar enam bulan. Tjahja menegaskan bahwa perbedaan pandangan adalah hal wajar yang harus diselesaikan lewat dialog.
“Kalau semua sudah memahami proses yang sebenarnya, saya kira bisa menerima. Karena itu pentingnya kita duduk bersama seperti hari ini,” tambahnya.
IPSI Kabupaten Blitar juga mematangkan persiapan menghadapi Popda Jatim November 2026 mendatang. Tjahja memastikan bahwa informasi mengenai mekanisme seleksi dan kuota atlet telah dibagikan secara terbuka kepada seluruh perguruan.
“Tadi disampaikan dari hasil rapat di kantor Dispora, jumlah atlet yang dikirim diusahakan yang paling siap. Kita tidak boleh menambah jumlah atlet dengan biaya mandiri sesuai aturan Dispora,” tegas Tjahja.
Ia berharap keterbukaan informasi ini dapat meminimalisir prasangka antarperguruan dan meningkatkan rasa percaya anggota. Fokus utama IPSI ke depan adalah bersatu membangun prestasi dan melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Blitar di kancah yang lebih luas.(Eko)



























