SURABAYA, SuaraRepublika.id – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai penggerak persatuan bangsa guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut ditegaskannya saat menghadiri Festival Kebangsaan ‘Gema Kampus’ di halaman Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (9/5).
Emil menekankan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan masa depan yang kompleks. Generasi muda juga dituntut memiliki kemampuan untuk menjaga kohesi sosial dan rasa cinta tanah air.
“Kalau kita bicara Indonesia Emas 2045, yang dibutuhkan bukan hanya generasi muda yang pintar, tetapi juga yang mampu jadi penggerak persatuan. Gema Kampus ini menunjukkan bahwa musik, seni, dan kreativitas bisa menjadi cara efektif bagi anak muda untuk menumbuhkan rasa persatuan,” ujar Emil dalam sambutannya.
Menurut Emil, persatuan harus dibangun secara aktif melalui interaksi dan kolaborasi, bukan tumbuh secara instan. Ia menilai media seni dan musik sangat relevan untuk memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
“Persatuan itu harus dibangun lewat interaksi dan rasa bangga terhadap identitas bangsa sendiri. Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin yang akan menentukan arah Indonesia ke depan,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menyatakan bahwa Festival Gema Kampus yang mengusung tema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia” merupakan upaya kampus untuk mengaktivasi genetika budaya Nusantara pada mahasiswa.
“Kalau generasi muda mengenal budayanya sendiri, maka rasa memiliki terhadap Indonesia akan tumbuh dengan sendirinya. Itu yang ingin kami bangun,” jelas Nurhasan.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Unesa dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) serta didukung oleh gerakan kebangsaan Akar Indonesia.
Festival Kebangsaan Gema Kampus menghadirkan berbagai rangkaian acara, antara lain, Dialog Kebangsaan, Pameran Inovasi dan Pop Art Market, Coaching Clinic (Video pendek dan vokal), Rex (Rector’s Expressions), serta Konser Musik Kebangsaan
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan sebagai pondasi utama menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.































