KEDIRI, SuaraRepublika.id – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah timur Kabupaten Kediri pada Selasa (19/5/2026) malam memicu banjir luapan di tiga kecamatan, yakni Badas, Kepung, dan Kandangan. Akibat peristiwa ini, tanggul jebol, puluhan rumah warga terendam, dan area persawahan serta jalan raya sempat lumpuh tergenang air.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, menyampaikan bahwa debit air mulai naik signifikan pada pukul 21:37 WIB, sesaat setelah hujan lebat mengguyur kawasan tangkapan air di wilayah timur Kediri.
“Benar, curah hujan yang sangat tinggi memicu luapan sungai dan saluran sekunder di tiga kecamatan. Petugas Pusdalops langsung kami terjunkan ke lokasi malam itu juga untuk melakukan asesmen cepat dan penanganan darurat,” ujar Stefanus Djoko Sukrisno saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Di Kecamatan Badas, banjir luapan bersumber dari Sungai Sedayu yang tersumbat material sampah rumpun bambu. Kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya tanggul sungai sepanjang 2 meter dan tinggi 3 meter di Dusun Balongsari, Desa Krecek.
Akibatnya, air merendam area persawahan dan masuk ke pekarangan serta rumah warga di Dusun Pulorejo, Desa Krecek dengan ketinggian 20–30 sentimeter.
“Di Dusun Pulorejo Desa Krecek, ada sekitar 48 rumah yang terdampak masuknya air. Rinciannya 18 rumah di RT 01 dan 30 rumah di RT 02 RW 19. Sementara di Dusun Klampok Desa Blaru, luapan air sempat masuk ke satu rumah warga di persimpangan jalan dan menggenangi persawahan,” kata Stefanus.
Dampak cukup masif juga terjadi di Kecamatan Kepung dan Kandangan. Di Desa Keling, Kecamatan Kepung, Sungai Harinjing mengalami kenaikan debit air yang drastis disertai pendangkalan. Air kemudian meluber ke jalan raya provinsi yang menghubungkan Pare-Kandangan dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter.
Stefanus menjelaskan, penyempitan gorong-gorong di sepanjang jalan provinsi akibat tertutup cor bangunan rumah penduduk membuat saluran tidak mampu menampung debit air hujan. Berdasarkan data awal, sekitar 60 rumah warga di sepanjang pinggir jalan Desa Keling (RT 06, 07, 08, 13, 19, dan 28) kemasukan air hingga ketinggian 20 sentimeter.
Sementara di Kecamatan Kandangan, luapan saluran sekunder merendam Dusun Sarirejo yang memotong wilayah Desa Klampisan dan Desa Karangtengah.
“Di Dusun Sarirejo, air luapan masuk ke pekarangan hingga setengah meter dan merendam sedikitnya 12 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Kediri memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga Rabu pagi, kondisi air di seluruh titik genangan dilaporkan sudah berangsur surut, dan warga mulai melakukan pembersihan rumah secara mandiri.
Meski demikian, arus di dekat tanggul Sungai Sedayu yang jebol di Desa Krecek terpantau masih cukup deras. Pihak BPBD terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat, TSBD, serta UPT Saluran Irigasi untuk pendataan final.
Sebagai langkah penanganan jangka panjang, Stefanus menegaskan pihaknya telah merumuskan sejumlah rekomendasi teknis kepada pihak terkait.
“Kami merekomendasikan pembersihan segera material rumpun bambu yang menyumbat Sungai Sedayu serta pembenahan tanggul yang jebol di Desa Krecek. Untuk wilayah Kepung dan Kandangan, diperlukan normalisasi aliran Sungai Harinjing serta normalisasi drainase jalan provinsi. Pihak Pemdes setempat juga sudah meneruskan hal ini ke PUPR dan Bina Marga Provinsi,” pungkas Stefanus.































