KEDIRI, SuaraRepublika.id – Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri resmi mengakhiri operasional musim giling tahun 2026 pada Minggu (20/9/2026) pukul 06.45 WIB. Pabrik yang beroperasi sejak 12 Juni 2026 tersebut mencatatkan penyerapan tebu petani yang optimal dan berjalan sesuai target.
General Manager PG Meritjan Kediri, Tites Agung Priyono, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian kegiatan giling dan penyerapan hasil panen petani telah diselesaikan sesuai dengan rencana operasional perusahaan.
“Hari ini kami telah menyelesaikan tugas giling dan menyerap tebu petani untuk musim giling 2026 dengan baik,” ujar Tites di Kediri, Minggu (20/9/2026).
Tites mengapresiasi sinergi antara manajemen, karyawan, petani tebu, dan para mitra yang mendukung kelancaran operasional selama lebih dari tiga bulan masa giling.
Pasca-penutupan musim giling, manajemen PG Meritjan bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja operasional 2026 sebagai bahan persiapan menghadapi musim giling berikutnya.
Selain evaluasi internal, PG Meritjan juga memfokuskan strategi pascamusim giling pada penguatan kemitraan dengan petani tebu, khususnya melalui perluasan program Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) bongkar ratoon yang diusung pemerintah pusat.
Program peremajaan tanaman tebu tersebut ditargetkan dapat mengoptimalkan produktivitas lahan, meningkatkan tonase panen, serta mendongkrak kesejahteraan petani di wilayah kerja PG Meritjan.
“Dengan sinergi antara petani dan PG Meritjan, kami optimistis target peningkatan produksi tebu dan swasembada gula nasional dapat tercapai,” pungkas Tites.





























