KEDIRI, SuaraRepublika.id – Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo memperkuat komitmen mendukung swasembada gula nasional melalui fasilitasi program Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) Bongkar Ratoon. Program bantuan Kementerian Pertanian RI yang berjalan sejak 2025 ini menyasar para petani tebu di wilayah kerja Kediri, Blitar, dan Malang.
Plh. General Manager PG Ngadiredjo, Faiz Humami, menyatakan bahwa program ini digulirkan untuk mendongkrak produktivitas tebu nasional secara signifikan.
“Melalui program ini, PG Ngadiredjo memberikan bantuan bibit gratis sebanyak 60.000 mata bibit per hektare dan bantuan biaya garap sebesar 40 HOK per hektare,” ujar Faiz.
Dampak positif program ini dirasakan langsung oleh petani binaan. Ismail, petani asal Desa Nyawangan, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, mengaku mengalami peningkatan hasil panen yang signifikan usai menerapkan bongkar ratoon menggunakan varietas SGN 01.
“Sebelum dibongkar ratoon, lahan satu hektar menghasilkan kurang dari 1.000 kuintal. Setelah ikut program, hasilnya melonjak minimal jadi 1.250 kuintal per hektar. Bobotnya bertambah dan rendemennya meningkat,” kata Ismail.
Melihat keberhasilan tersebut, pihak PG Ngadiredjo membuka kesempatan luas bagi petani lain untuk bergabung. Manager Tanaman PG Ngadiredjo, Sabar Dwi Komarudin, menjelaskan bahwa proses pendaftaran program CPCL Bongkar Ratoon sangat mudah dan cukup berkoordinasi dengan petugas lapangan setempat.
Untuk pendaftaran, petani wilayah Kediri dapat menghubungi Dita (0822-4343-9099), wilayah Blitar melalui Aries (0852-3534-6002), dan wilayah Malang via Dafa (0821-5355-9989).
Sabar optimistis sinergi antara petani dan pabrik gula ini mampu terus menggenjot produksi tebu sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan tersebut.





























