MALANG, SuaraRepublika.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan bantuan berupa instrumen musik dan dana pembinaan kepada 13 sanggar pelestari Topeng Malangan di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Kamis (20/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat regenerasi pelaku budaya serta mendorong kemandirian ekonomi para seniman lokal.
Dalam acara Apresiasi Pelestari Kesenian Asli Jawa Timur tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan satu set perangkat gamelan kepada Sanggar Tari Setyotomo. Sementara itu, 12 sanggar lainnya masing-masing menerima dana pembinaan sebesar Rp5 juta.
Khofifah menegaskan bahwa fokus pelestarian seni tradisional saat ini berpusat pada penyiapan generasi penerus, bukan sekadar menyelenggarakan pertunjukan di atas panggung.
“Kuncinya adalah regenerasi. Keberhasilan pelestarian budaya tidak hanya diukur dari banyaknya pertunjukan, tetapi juga dari lahirnya generasi baru yang mampu meneruskannya,” tegas Khofifah di Malang, Kamis (20/8/2026).
Selain bantuan bagi sanggar tari, Pemprov Jatim menyerahkan modal usaha sebesar Rp5 juta kepada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Krida Budaya Malang. Bantuan tersebut ditujukan untuk mengintegrasikan kegiatan seni budaya dengan sektor ekonomi kreatif dan UMKM di sekitar kawasan pusat kebudayaan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari mencatat peningkatan signifikan pada ekosistem Topeng Malangan. Jumlah sanggar aktif bertambah dari 11 lokasi pada 2025 menjadi 15 sanggar pada 2026. Jumlah seniman aktif juga mengalami kenaikan dari 369 orang pada 2025 menjadi 589 orang per Agustus 2026.





























