BANDUNG, SuaraRepublika.id – Pengembang game lokal Confiction Labs bersama Agate resmi meluncurkan RIFTSTORM secara global melalui platform Steam Early Access pada Selasa (11/8/2026). Peluncuran gim bergenre aksi multiplayer kooperatif ini menjadi salah satu penanda penting bagi industri gim Tanah Air setelah melalui masa pengembangan hampir lima tahun.
Gim yang mengisahkan pertempuran melawan ancaman supranatural ini dikembangkan dengan melibatkan lebih dari 120 talenta asal Indonesia, termasuk para profesional diaspora yang pernah menggarap waralaba gim internasional ternama seperti Dynasty Warriors, Magic: The Gathering, hingga Warhammer.

CEO Agate, Shieny Aprilia, menyatakan peluncuran ini menjadi momentum strategis dalam menyatukan potensi pengembang lokal di Bandung dengan pengembang diaspora di ranah global.
“RIFTSTORM memberikan kesempatan langka untuk menyatukan developer berbakat di Bandung dengan profesional diaspora Indonesia di berbagai negara dalam satu proyek besar dan menantang. Memberi ruang bagi talenta Indonesia untuk berkarya dan membawa hasil pekerjaannya ke pasar global telah menjadi bagian dari misi Agate sejak 17 tahun lalu,” ujar Shieny dalam keterangan resminya.
Sebelum resmi memasuki fase Early Access, RIFTSTORM mencatatkan sejumlah rekor selama uji coba publik. Pada tahap Public Pre-Alpha kedua, gim ini dimainkan lebih dari 22.000 pemain dari 110 negara. RIFTSTORM juga sempat menduduki peringkat pertama Global Trending Free di Steam pada Oktober 2024, serta masuk dalam daftar Top 50 Most Played Demos pada ajang Steam Next Fest Juni 2025.
Peluncuran gim skala besar ini dinilai momentum bagi pengembang nasional untuk mengamankan pangsa pasar yang lebih besar. Berdasarkan data Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tahun 2025, nilai pasar gim di Indonesia mencapai Rp30 triliun—terbesar di Asia Tenggara dan peringkat ke-15 dunia. Namun, pengembang lokal saat ini baru menguasai sekitar 2,5 persen dari potensi nilai pasar tersebut.
Creative Director Confiction Labs, Fandry Indrayadi, menegaskan bahwa tahap Early Access ini menjadi sarana pengembang untuk mengumpulkan umpan balik dari komunitas global guna penyempurnaan konten sebelum rilis penuh (versi 1.0).
“Membawa RIFTSTORM ke Early Access bukanlah garis akhir. Ini adalah kesempatan untuk terus belajar, mendengarkan pemain, dan membangun RIFTSTORM menjadi lebih baik bersama-sama,” kata Fandry.
Selama masa Early Access, Confiction Labs dan Agate akan berkala melakukan pembaruan konten, penyempurnaan sistem gameplay, penambahan karakter, hingga variasi misi berdasarkan masukan para pemain.





























