PONTIANAK, SuaraRepublika.id – Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, menggaungkan seruan perdamaian dunia dan penghentian perang dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU Pengurus Wilayah Kalimantan Barat di Asrama Haji Kota Pontianak.
Pesan perdamaian tersebut disampaikan di hadapan ribuan warga Muslimat NU se-Kalimantan Barat dan menjadi bagian dari aksi serentak organisasi tersebut di seluruh daerah untuk diteruskan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Khofifah menjelaskan, pembacaan surat seruan perdamaian merupakan agenda tetap dalam setiap peringatan Harlah Muslimat NU di berbagai titik di Indonesia.
“Jadi yang dilakukan di setiap Harlah Muslimat NU antara lain membacakan surat seruan perdamaian dan penghentian perang. Surat itu di semua titik ditujukan kepada PBB,” ujar Khofifah di Pontianak.
Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Tanfidziyah PBNU tersebut menambahkan, Muslimat NU telah berkoordinasi dengan pihak kementerian terkait agar seruan tersebut dapat disampaikan secara langsung ke PBB. Koordinasi dilakukan melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, bersama Kementerian Luar Negeri.
Menurut Khofifah, langkah diplomasi kemanusiaan ini selaras dengan tema Harlah ke-80 Muslimat NU, yaitu “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, Meneduhkan Peradaban”. Meneduhkan peradaban dimaknai sebagai upaya menciptakan suasana yang kondusif, toleran, bijak, dan bebas dari paham radikal melalui dialog dan keadilan.
“Perdamaian dunia adalah tujuan bersama, dan meneduhkan peradaban adalah jalannya. Jika peradaban teduh, konflik dapat diredam sebelum pecah peperangan,” tegasnya.
Sebagai organisasi perempuan terbesar di dunia, Muslimat NU tidak hanya berfokus pada isu internasional, tetapi juga memperkuat fondasi perdamaian di tingkat akar rumput. Penguatan ekonomi keluarga melalui UMKM, pendidikan, dakwah, hingga kegiatan keagamaan menjadi bagian dari kerja nyata organisasi dalam mencegah konflik sosial.
Rangkaian acara Harlah ke-80 di Pontianak tersebut diakhiri dengan lantunan salawat bersama, pengibaran bendera Merah Putih, serta penyanyian lagu kebangsaan Hari Merdeka dan Garuda Pancasila.





























