KEDIRI, SuaraRepublika.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kediri menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri pada Kamis (2/7). Dalam aksi tersebut, massa menuntut evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penolakan rencana proyek geothermal di wilayah Kabupaten Kediri.
Massa aksi mulai berkumpul di Lapangan Grogol sekitar pukul 11.00 WIB sebelum bergerak menuju gedung DPRD dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Kendati membawa berbagai spanduk dan poster aspirasi, jalannya demonstrasi dilaporkan berlangsung dengan tertib.
Ketua Umum PC PMII Kediri sekaligus perwakilan Aliansi Mahasiswa Kediri, Irgi Ahmad Vahrezi, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tingkat nasional maupun daerah. Salah satu sorotan utama mereka adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai karut-marut.
“Kami menilai program tersebut banyak yang tidak tepat sasaran, termasuk keberadaan dapur MBG yang tidak efektif,” ujar Irgi di sela-sela aksi.
Atas dasar tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) serta pelaksanaan program MBG. Selain itu, mereka juga menyatakan penolakan terhadap keberadaan KDMP jika terbukti tidak membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Mahasiswa Kediri membawa total 11 tuntutan yang terbagi menjadi dua klaster isu:
- 8 Tuntutan Nasional: Meliputi penegakan amanat UUD 1945 Pasal 33, penerapan sistem meritokrasi, penguatan kemandirian ekonomi nasional, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah pusat.
- 3 Tuntutan Lokal: Mendesak DPRD agar Pemerintah Kabupaten Kediri mengawasi ketat dapur Program MBG yang salah sasaran, menolak wacana proyek geothermal karena mengancam lingkungan, serta mengusut tuntas dugaan kasus jual beli jabatan perangkat desa di Kediri.
Setelah sekitar satu jam menyampaikan orasi secara bergantian, perwakilan massa akhirnya ditemui langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, M. Zaini. Di hadapan para mahasiswa, Zaini secara resmi menandatangani dokumen tuntutan yang diajukan oleh aliansi.
“Saya mewakili DPRD Kabupaten Kediri menandatangani tuntutan aksi mahasiswa pada sore hari ini. Kami menerima dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya kepada pihak-pihak terkait,” tegas Zaini.
Zaini juga memberikan apresiasi terhadap aksi tersebut dan menyebutnya sebagai bagian penting dari proses demokrasi. Menurutnya, seluruh tuntutan yang dibawa mahasiswa memiliki dasar dan analisis yang kuat, sehingga DPRD akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan fungsi pengawasan legislatif.































