KEDIRI, SuaraRepublika.id – Jembatan Kaliombo 1 yang terletak di Kota Kediri, Jawa Timur dijadwalkan akan menjalani proses rehabilitasi total dalam waktu dekat. Langkah ini diambil mengingat kondisi konstruksi jembatan peninggalan tahun 1940 tersebut sudah mengalami penurunan kualitas yang signifikan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, Mahatma Manurung menjelaskan, bahwa konstruksi jembatan lama yang menggunakan material pelengkung batu bata akan dibongkar seluruhnya. Sebagai gantinya, pihak kementerian akan membangun jembatan baru menggunakan sistem box culvert beton.
“Konstruksi jembatan Kaliombo 1 ini merupakan pelengkung batu bata buatan tahun 1940. Saat ini kondisi Nilai Kondisi (NK) sudah mencapai NK 3, sehingga perlu dilakukan penggantian total agar konstruksi lebih kuat dan memiliki umur rencana yang lebih panjang,” ujar Mahatma saat memberikan keterangan di lokasi proyek, Jumat (29/05/2026).
Meskipun dalam jadwal resmi proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2026, Mahatma menyatakan pihaknya akan melakukan upaya percepatan agar jembatan bisa fungsional lebih awal.
“Sesuai jadwal awal memang sampai Desember, tapi kami upayakan percepatan. Target kami mudah-mudahan November sudah selesai,” tambahnya.
Beberapa poin utama dalam proyek ini antara lain:
- Metode Konstruksi: Pembongkaran total struktur lama dan pemasangan struktur beton baru.
- Dimensi: Lebar jembatan baru akan tetap sama dengan kondisi existing (saat ini).
- Tantangan Proyek: Proses pembongkaran dan pembuatan pondasi baru memerlukan ketelitian, serta adanya waktu tunggu untuk pematangan beton (umur beton) yang tidak bisa dipercepat secara instan.
Selama masa pengerjaan yang diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh bulan, pihak terkait akan melakukan penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas di sekitar area Kaliombo. Masyarakat diimbau untuk mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan selama proses konstruksi berlangsung.
Pihak DJBM menegaskan bahwa langkah rehabilitasi ini sangat krusial untuk memastikan keamanan pengguna jalan, mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu akses vital di Kota Kediri yang sudah berusia lebih dari 80 tahun.
Demi menjaga kelancaran arus kendaraan selama masa pengerjaan, Satlantas Polres Kediri Kota telah menyiapkan skema pengalihan arus sebagai berikut:
- Jalur Bus (Surabaya menuju Tulungagung): Dialihkan melalui Jalan Mayor Bismo – Jalan Diponegoro – Jalan Imam Bonjol – hingga tembus ke Jalan Sersan Suharmadji.
- Kendaraan Pribadi: Diarahkan melalui Simpang Empat Alun-Alun – Jalan Brigjen Katamso – Simpang Empat Baruna – serta Jalan Kaliombo.
KBO Satlantas Polres Kediri Kota, Iptu Murnianto, mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu dan petunjuk petugas di lapangan.
“Penutupan total ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran pengerjaan proyek. Kami harap warga mematuhi petunjuk lalu lintas yang sudah ditetapkan untuk menjaga keamanan bersama,” ujar Iptu Murnianto.


























