BLITAR, SuaraRepublika.id — Setelah melakukan pencarian intensif selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Isnaini, warga Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Korban sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus Sungai Brantas yang berarus deras.
Nahas, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya dievakuasi dari aliran sungai di wilayah Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan bahwa penemuan jasad korban bermula dari laporan warga. Pagi itu, warga melihat sesosok jenazah mengapung di sekitar Sungai Brantas dekat Jembatan Kademangan.
Namun, derasnya arus sungai membuat posisi jenazah sempat bergeser sebelum petugas tiba di lokasi awal. Tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan pengejaran di sepanjang aliran sungai.
”Saat petugas melakukan pengecekan, posisi jenazah telah berpindah mengikuti arus sungai. Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan di bawah Jembatan Kereta Api (KA) Nguri, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat,” ujar Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu.
Berdasarkan ciri-ciri fisik yang dikenali petugas, jenazah tersebut dipastikan adalah Isnaini, warga Desa Dawuhan, Kecamatan Kesamben. Identitas ini klop dengan laporan hilangnya korban pada Senin lalu di kawasan Kedung Ketek, Desa Jegu.
Penemuan di Kecamatan Srengat ini menunjukkan betapa kuatnya arus sungai hilir tersebut. Titik penemuan jasad korban diperkirakan berjarak sekitar belasan kilometer dari lokasi awal tempatnya dilaporkan hanyut.
Komandan Tim Basarnas Malang Raya, Imam Nahrowi, menambahkan bahwa selama operasi SAR, tim gabungan telah berupaya keras menyisir jalur sungai menggunakan perahu karet. Korban akhirnya terlihat berada di tepi sungai saat tim melakukan penyisiran saksama.
“Saat pertama kali ditemukan oleh tim, korban berada di tepian sungai dalam posisi tengkurap,” kata Imam Nahrowi menjelaskan kondisi terakhir korban saat ditemukan.
Proses evakuasi jasad korban pun tidak berjalan mudah dan langsung selesai. Tim gabungan sempat mengalami kendala berat di lapangan akibat arus Sungai Brantas yang cukup deras pada hari itu.
Selain arus yang kuat, kedalaman air yang cukup signifikan di lokasi penemuan juga sempat menyulitkan ruang gerak petugas. Namun, berkat kesiapsiagaan dan keahlian tim di lapangan, jenazah akhirnya berhasil diangkat ke darat.
Jasad korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Srengat untuk menjalani proses identifikasi medis dan penanganan lebih lanjut. Setelah seluruh prosedur selesai, jenazah akan diserahkan resmi kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di desa asal. (Eko)































