KEDIRI, SuaraRepublika.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menyelesaikan penanganan dampak cuaca ekstrem yang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (28/3) sore. Sebanyak 18 titik lokasi dilaporkan mengalami kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengonfirmasi bahwa cuaca buruk tersebut mengakibatkan satu warung roboh, satu rumah retak, serta kerusakan berat pada fasilitas dapur dan toilet warga akibat abrasi talud.
“Kami mencatat sedikitnya 18 titik pohon tumbang yang tersebar di Kecamatan Kota, Mojoroto, dan Pesantren. Penanganan telah dinyatakan tuntas pada Sabtu malam pukul 23.55 WIB,” ujar Joko saat dikonfirmasi, Minggu (29/3).
Dampak dan Korban
Selain kerusakan bangunan, seorang pengendara dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa pohon di Jalan Tirtosari. Korban saat ini telah dievakuasi dan menjalani perawatan medis di RS Gambiran.
Sementara itu, warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat telah diungsikan ke rumah kerabat. BPBD saat ini tengah memfokuskan upaya pada distribusi bantuan logistik bagi para pengungsi tersebut.
Proses evakuasi dilakukan oleh dua Sru Unit Reaksi Cepat BPBD segera setelah menerima laporan melalui call center “Lapor Mbak Wali 112”. Penanganan dilakukan secara kolaboratif melibatkan sejumlah unsur, meliputi DLHKP & DPUPR untuk Pembersihan material pohon dan perbaikan infrastruktur, PLN untuk Pemulihan jaringan listrik yang sempat padam, serta TNI/Polri dan Damkar untuk Pengamanan lokasi dan percepatan evakuasi di jalan raya.
“Saat ini aliran listrik di mayoritas lokasi terdampak sudah kembali menyala dan arus lalu lintas telah normal. Sisa material akan segera diangkut oleh dinas terkait,” tambah Joko.
Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai, BPBD mengimbau masyarakat untuk rutin memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi. Warga diminta segera melapor melalui layanan 112 jika menemui kondisi darurat.
“Jika hujan lebat saat berkendara, segera berteduh di tempat aman. Hindari berlindung di bawah pohon besar atau papan reklame yang berisiko roboh,” pungkasnya.




























