KEDIRI, SuaraRepublika.id – Pemerintah Kota Kediri resmi menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di kawasan Tempurejo, Kota Kediri. Keputusan ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 73 siswa usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (22/4/2026) lalu.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (25/4/2026) menunjukkan pintu dapur dalam kondisi tertutup rapat. Tidak terlihat adanya aktivitas pengolahan makanan seperti hari biasanya.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengungkapkan bahwa penghentian ini didasari atas hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa. Berdasarkan pemeriksaan medis, ditemukan kandungan bakteri Escherichia coli atau E-coli pada sampel tersebut.
“Hasil uji lab menunjukkan adanya bakteri E-coli. Selain faktor medis, ditemukan juga pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) di mana pihak SPPG tidak melakukan pengecekan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke siswa,” ujar Vinanda.
Akibat kejadian tersebut, puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga diare. Meski sempat menjalani perawatan medis, kondisi seluruh siswa kini telah membaik dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Hingga saat ini, pihak pengelola dapur SPPG Tempurejo belum memberikan keterangan resmi terkait temuan bakteri dan pelanggaran SOP tersebut. Pemerintah Kota Kediri masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional untuk menentukan status operasional dapur tersebut di masa mendatang.































