BLITAR, SuaraRepublika.id – Kabar gembira menyelimuti calon jemaah haji (CJH) di Kabupaten Blitar tahun ini. Sebanyak 915 orang tercatat akan segera berangkat ke Tanah Suci menyusul adanya penambahan kuota yang cukup signifikan untuk wilayah Jawa Timur.
Penambahan ini terjadi karena Provinsi Jawa Timur secara umum mendapatkan tambahan kuota sebanyak 7.000 orang. Dari angka tersebut, Kabupaten Blitar mendapatkan jatah tambahan sekitar 115 orang jemaah yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini.
Kabag TU Kementerian Penyelenggara Haji dan Umrah Kabupaten Blitar, Agus Amirudin, mengonfirmasi bahwa total jemaah tahun ini mengalami peningkatan. Seluruh jemaah tersebut rencananya akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya mulai 18 Mei 2026 mendatang.
“Untuk tahun ini ada peningkatan jemaah yang cukup signifikan karena Jatim dapat tambahan kuota. Kabupaten Blitar kebagian sekitar 115 orang, sehingga total ada 915 calon jemaah haji yang berangkat,” ujar Agus Amirudin.
Agus menjelaskan bahwa komposisi jemaah tahun ini juga mencakup para jemaah cadangan dari periode sebelumnya. Diketahui, terdapat sekitar 30 persen kuota yang dialokasikan khusus untuk jemaah cadangan guna memastikan kursi tetap terisi penuh.
Namun, tidak semua jemaah cadangan mengambil kesempatan tersebut karena beberapa di antaranya memilih tidak melakukan pelunasan biaya. Alhasil, sisa kuota tersebut dialihkan kepada jemaah pada urutan antrean berikutnya yang telah siap secara administratif.
“Memang ada kuota jemaah cadangan yang dimasukkan sesuai antrean. Catatannya, mereka harus sudah lunas, bersedia ditempatkan di kloter mana pun, dan siap diberangkatkan,” tegas Agus saat memberikan keterangan.
Seluruh jemaah asal Kabupaten Blitar ini nantinya akan dibagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter). Berdasarkan jadwal yang telah disusun, mereka akan menempati kloter 106, 107, 108, dan 109 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Data dari Penyelenggara Haji dan Umrah menunjukkan rentang usia jemaah yang cukup kontras tahun ini. Jemaah tertua tercatat atas nama Ali Munib (90) dari Desa Pikatan, Wonodadi, sementara jemaah termuda adalah Muhammad Hasbida (18) asal Desa Kuningan, Kanigoro.
Sejauh ini, progres persiapan keberangkatan diklaim telah mencapai angka 90 persen. Segala urusan dokumen mulai dari paspor, visa, pembagian mahram, hingga pelaksanaan vaksinasi wajib bagi jemaah dilaporkan telah rampung dikerjakan.
“Persiapan sudah 90 persen, tinggal menunggu pembagian koper karena kami termasuk kloter terakhir. Mohon doanya agar ibadah seluruh jemaah dilancarkan mulai keberangkatan 18 Mei mendatang,” pungkasnya. (Eko)































