KEDIRI, SuaraRepublika.id – Momen menjelang Bulan Kemerdekaan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang dan penjahit bendera di Kota Kediri. Memasuki akhir Juli hingga awal Agustus, permintaan bendera Merah Putih mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 60 persen dibandingkan hari biasa.
Salah satu pedagang di kawasan Jalan Stasiun, Kota Kediri, Muasih Setyowati (Ibu Al), mengungkapkan bahwa lonjakan penjualan sudah mulai terasa sejak pertengahan Juli.
“Alhamdulillah, tiap bulan Juli menjelang Agustus kenaikan penjualan bendera luar biasa, hampir 50 sampai 60 persen. Kalau hari biasa paling hanya terjual 10 sampai 20 bendera per hari, tapi kalau momen kemerdekaan seperti sekarang bisa mencapai 300 sampai 400 bendera lebih dalam sehari,” ujar Muasih.
Menurut Muasih, pembeli didominasi oleh pengurus lingkungan RT/RW, paguyuban warga, hingga instansi pemerintahan. Banyak lingkungan RT yang membeli bendera secara kolektif untuk memperbarui bendera warga di kawasan masing-masing. Ukuran bendera yang paling dominan dicari masyarakat adalah ukuran standar 120 cm x 80 cm.
Meskipun permintaan pasar meningkat tajam, para pedagang mengaku tidak menaikkan harga jual. Bendera Merah Putih dijual berkisar antara Rp15.000 hingga Rp250.000 per potong, bergantung pada bahan dan ukurannya. Untuk ukuran standar rumah tangga, bendera dijual pada kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000.
Sementara itu, salah satu pembeli, Yuniati, mengaku sengaja membeli beberapa potong bendera lebih awal untuk persiapan rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan dan upacara di lingkungan kelurahan.
Para pedagang memprediksi puncak lonjakan pembelian bendera masih akan terus berlangsung drastis hingga mendekati H-7 Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.























