TUBAN, SuaraRepublika.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan angka inflasi daerah. Kegiatan ke-87 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini berlangsung di Lapangan Cemara, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Gubernur Khofifah menyatakan bahwa pasar murah merupakan langkah konkret Pemprov Jatim untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.
“Pasar murah hadir untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Ini instrumen strategis menjaga keterjangkauan harga dan mengendalikan inflasi melalui stabilisasi pasokan,” ujar Khofifah di lokasi acara.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim menyalurkan sejumlah komoditas pangan utama dengan harga di bawah rata-rata pasar, antara lain:
- Beras Medium: Rp11.000/kg
- Beras Premium: Rp14.000/kg
- Minyak Goreng: Rp13.000/liter
- Gula Pasir: Rp14.000/kg
- Tepung Terigu: Rp10.000/kg
- Telur Ayam Ras: Rp20.000/pak
- Daging Ayam Ras: Rp32.000/pak
- Bawang Merah & Bawang Putih: Rp6.000/250 gram
- Cabai (Paket): Rp5.000/200 gram
Selain sebagai sarana pengendalian harga, pelaksanaan pasar murah ini juga melibatkannya pelaku UMKM lokal guna menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Khofifah menegaskan, sinergi antara Pemprov Jatim, BUMD, dan pelaku usaha akan terus diperluas ke berbagai daerah lain di Jawa Timur demi menjamin kelancaran distribusi pangan dan ketahanan ekonomi masyarakat.























