MADIUN, SuaraRepublika.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menggelar kegiatan Tilik Lintas untuk memeriksa keandalan jalur kereta api segmen Stasiun Blitar hingga Stasiun Talun. Selain inspeksi jalur, jajaran manajemen juga meninjau langsung progres pembangunan gardu Penjagaan Perlintasan Sebidang (JPL) 172 di Km 112+3/4 lintas Talun–Garum.
Inspeksi tersebut dipimpin langsung oleh Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, bersama Manager Operasi dan Manager Jalan Rel dan Jembatan (JJ) Daop 7 Madiun, sebagai bentuk penguatan budaya keselamatan (safety culture) serta peningkatan keandalan operasional.
“Implementasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) harus terus dijalankan agar kebersihan lingkungan kerja tetap terjaga. Selain itu, pastikan perawatan sarana, prasarana, dan alat kerja dilakukan secara berkala,” tegas Alam Prasetyo saat memberikan arahan kepada petugas lapangan.
Pemeriksaan menyeluruh ini mencakup empat aspek utama operasional:
- Kelaikan Infrastruktur: Pemeriksaan kondisi jalur rel (track), sistem persinyalan, dan ruang bebas kereta api dari potensi gangguan.
- Keselamatan Perlintasan: Peninjauan perlintasan sebidang serta penertiban lingkungan di sepanjang jalur KA.
- Fasilitas dan Bangunan: Pemeriksaan kebersihan dan keandalan fasilitas pelayanan bagi penumpang di stasiun.
- Administrasi: Verifikasi dokumen administrasi Perjalanan Kereta Api (Perka).
Pembangunan Gardu JPL 172 di lintas Talun–Garum sendiri merupakan salah satu bagian dari program strategis penambahan 13 pos penjagaan JPL baru di wilayah Daop 7 Madiun. Langkah ini diambil untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan, baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan raya.































