KEDIRI, SuaraRepublika.id – Dua kelompok massa menggelar aksi unjuk rasa yang saling bertolak belakang di depan Kantor Perhutani KPH Kediri, Jalan Hasanudin, Kota Kediri, pada Senin (20/7/2026). Aparat kepolisian terpaksa memasang barikade ketat guna memisahkan kedua kubu setelah ketegangan nyaris berujung bentrokan.
Massa pertama berasal dari Paguyuban Petani Hutan Kelud Raya yang menyatakan dukungan penuh kepada Perhutani. Koordinator Lapangan Petani, Sugianto, menegaskan bahwa ratusan petani di lereng Gunung Kelud menolak segala bentuk intervensi dari pihak luar yang tidak memiliki kewenangan di bidang kehutanan.
“Tujuan kita adalah mendukung Perhutani. Kawasan hutan yang kami garap saat ini ada yang men-status quo dan melarang kami bergerak di hutan, maka akan kami lawan. Kami adalah mitra resmi Perhutani dan mengantongi Perjanjian Kerja Sama (PKS) sejak tahun 2005,” kata Sugianto.
Ia menambahkan, lahan kemitraan yang digarap para petani tersebut mencakup area seluas sekitar 2.000 hektare yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kandangan, Kepung, Puncu, Plosoklaten, dan Ngancar. Perwakilan Perhutani yang menemui massa menyampaikan apresiasi atas dukungan moral dari para petani tersebut.
Namun tidak berselang lama, massa dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) tiba di lokasi dengan tuntutan yang berseberangan. Mereka menuntut transparansi dalam pengelolaan kawasan hutan dan mempertanyakan aliran dana hasil sewa lahan yang dikelola Perhutani.
Wakil Panglima Koordinator SPSI Kabupaten Kediri, Lucius Sugianto, mempertanyakan klaim kerugian Perhutani di tengah besarnya potensi pendapatan dari sektor non-pajak.
“Kami menuntut hak kelola kami sebagai anggota Serikat Pekerja Kebun yang selama ini tidak pernah diberikan. Kami juga mempertanyakan uang sewa selama ini ke mana. Pendapatan negara di luar pajak itu ada, mulai dari sewa pra-tanam hingga hasil tanaman tegakan yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Ke mana larinya uang sewa tersebut?” ujar Lucius.
Situasi sempat memanas ketika kelompok massa yang pro-Perhutani mencoba menerobos barikade penyekatan petugas kepolisian untuk mendekati kubu SPSI. Meski sempat diwarnai aksi saling dorong dan ketegangan, aparat kepolisian berhasil meredam situasi sehingga bentrokan fisik dapat dihindari.































