KEDIRI, SuaraRepublika.id – Dinas Pendidikan Kota Kediri resmi meluncurkan Gerakan Inspirasi Bunda PAUD Mengajar Sehari (IBU JARI) di Aula Ki Hajar Dewantara. Langkah ini diambil untuk mendorong partisipasi Bunda PAUD dalam mewujudkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan penguatan peran strategis tersebut diikuti oleh 115 peserta, yang terdiri dari Bunda PAUD tingkat kota, kecamatan, kelurahan, serta pemangku kepentingan terkait. Melalui gerakan ini, para Bunda PAUD dari berbagai tingkatan diwajibkan hadir langsung di satuan PAUD selama masa MPLS berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menyatakan bahwa kehadiran langsung Bunda PAUD bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang inspiratif sekaligus membangun kedekatan dengan anak-anak di hari pertama sekolah.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Bunda PAUD dan pendidik memiliki pemahaman yang sama dalam mendukung pelaksanaan MPLS Ramah di lingkungan masing-masing,” kata Mandung usai membuka acara.
Mandung menekankan pentingnya kesan pertama yang menyenangkan bagi anak-anak saat mulai bersekolah. Menurutnya, suasana belajar yang menggembirakan pada awal masuk sekolah akan menjadi fondasi penting bagi semangat dan kenyamanan anak dalam mengikuti proses pembelajaran ke depan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali sejumlah materi pokok. Di antaranya kebijakan pelaksanaan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, peran strategis Bunda PAUD, sosialisasi Gerakan IBU JARI, aktivasi akun Pijar, serta strategi membangun kreativitas anak.
Dinas Pendidikan Kota Kediri memastikan Gerakan IBU JARI akan menjadi agenda berkelanjutan. Gerakan ini diproyeksikan sebagai instrumen penguat kolaborasi antara pemerintah, Bunda PAUD, dan satuan pendidikan demi menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, serta ramah anak.































