KEDIRI, SuaraRepublika.id – Paska kebakaran yang terjadi pada ruang Tata Usaha (TU) dan ruang kepala madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Kediri, Jawa Timur pihak madrasah tengah fokus melakukan inventarisasi terhadap dokumen-dokumen yang berada di dalam ruangan terdampak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, Ahmad Zamroni mengatakan, salah satu arsip krusial yang menjadi perhatian utama adalah buku induk siswa yang memuat data alumni serta nilai akademik.
“Mungkin nanti administrasi. Kita sedang mencari dan menginventaris dokumen-dokumen. Bagi saya, dokumen yang paling terpenting itu adalah yang pertama Buku Induk. Buku Induk siswa itu adalah ‘rohnya’ madrasah karena di situ ada alumni, juga ada nilai,” jelasnya.
Ahmad menambahkan, pihaknya bersyukur karena berdasarkan laporan kepala madrasah, buku induk siswa disimpan di dalam etalase berbahan kaca dan aluminium, bukan kayu, sehingga diharapkan aman dari kobaran api. Selain itu, pihak sekolah juga telah melakukan digitalisasi data sejak periode 2017–2019.
“Kita berharap buku induk nanti bisa tertelamatkan. Sebagian arsip juga telah tersimpan dalam bentuk digital,” tambahnya.
Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Zamroni juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat tim Damkar, kehadiran unsur komite madrasah, serta kepedulian dari Pemerintah Kota Kediri dalam penanganan pasca kebakaran ini.
Baca : Kebakaran Hanguskan Ruang Kepala Sekolah dan TU MTsN 1 Kota Kediri






























