BLITAR, SuaraRepublika.id – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik warga di Dusun Jatiluhur RT 02 RW 05, Desa Jatitengah, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar pada Jumat (5/6/2026) malam. Amuk si jago merah yang diduga dipicu oleh korsleting listrik tersebut menghanguskan sebagian besar isi bangunan.
Kasi Penanggulangan, Pemadaman, Penyelamatan, dan Investigasi Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, S.Sos., mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, laporan kebakaran diterima malam hari dan petugas langsung bergerak cepat ke lokasi.
“Kebakaran terjadi di rumah milik Bapak Suyitno. Dugaan sementara penyebabnya adalah korsleting listrik dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” ujar Tedy Prasojo saat dikonfirmasi.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun petugas di lapangan, peristiwa ini bermula saat pemilik rumah, Suyitno, sedang beristirahat. Sebelum insiden terjadi, ia tengah bersantai di dalam rumahnya sambil mendengarkan radio.
Sekitar pukul 20.30 WIB, ketenangan malam itu pecah ketika Suyitno mendengar suara ledakan yang cukup keras. Pada awalnya, ia mengira suara ledakan tersebut berasal dari petasan yang dinyalakan di luar rumah.
Namun, kecurigaannya muncul tak lama kemudian saat ia mendengar suara gemeretak benda yang terbakar. Saat memeriksa ruangan, Suyitno mendapati bagian atap rumahnya sudah dilalap api yang mulai membesar.
Melihat kobaran api, korban langsung panik namun tetap berusaha menyelamatkan barang berharga miliknya. Ia sempat bergerak cepat mengeluarkan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX dan sebuah sepeda ontel dari dalam rumah.
Setelah mengamankan kendaraan, korban sebenarnya berniat kembali masuk untuk mengambil uang tunai serta dokumen penting yang disimpan di dalam lemari. Namun, karena api sudah semakin membesar dan mengepung ruangan, ia terpaksa mengurungkan niatnya demi keselamatan jiwa.
“Karena api semakin membesar, korban mengurungkan niatnya dan segera meminta bantuan warga sekitar,” jelas Tedy menambahkan situasi mencekam saat kejadian.
Mendapat laporan dari warga yang panik, pihak Pemerintah Desa Jatitengah langsung menghubungi *Call Center* Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar. Petugas damkar bersama unsur Polsek Selopuro, Koramil Selopuro, perangkat desa, serta warga setempat kemudian bahu-membahu melakukan pemadaman.
Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil sekitar satu setengah jam kemudian. “Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan berhasil dipadamkan total sekitar pukul 22.00 WIB,” ungkap Tedy.
Tedy juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak di lapangan yang membuat api tidak merembet ke area pemukiman lain. “Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi,” katanya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kebakaran ini menyebabkan kerugian materi yang cukup besar bagi korban. Sejumlah barang berharga seperti televisi, radio, pakaian, dokumen kendaraan, benih padi, beras, hingga pupuk hangus tak tersisa menjadi arang.
Menyikapi peristiwa ini, Tedy mengimbau masyarakat luas untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dipicu dari instalasi listrik rumah tangga. Kelalaian pada sektor ini kerap menjadi pemantik utama bencana kebakaran pemukiman.
“Kami mengingatkan masyarakat agar secara berkala memeriksa instalasi listrik. Pastikan kondisi kabel maupun peralatan elektronik dalam keadaan aman guna mencegah terjadinya kebakaran,” pungkas Tedy. (Eko)



























