BLITAR, SuaraRepublika.id – Kegiatan pengurasan lumpur atau flushing di Bendungan Wlingi dan Bendungan Lodoyo, Kabupaten Blitar, telah memasuki hari kelima pada Jumat (22/5).
Proses pembersihan material sedimen berskala besar tersebut dipastikan berjalan lancar dan ditargetkan rampung pada sore ini. Langkah tahunan ini dilakukan untuk menjaga kapasitas tampung air serta mengoptimalkan fungsi teknis kedua bendungan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, alat berat dan aliran air terus bekerja intensif mengikis tumpukan material. Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA Brantas 1, Arief Satria Marsudi, menyampaikan bahwa pengerukan sedimen di area Bendungan Wlingi sudah hampir selesai. Saat ini petugas di lapangan tengah fokus melakukan penyelesaian akhir di area krusial.
“Pengerukan sedimen di area Bendungan Wlingi hampir selesai dan tinggal tahap penyelesaian di sekitar intake,” ujar Arief saat dikonfirmasi mengenai progres intervensi tersebut, Jumat (22/5).
Sementara itu, perkembangan signifikan juga terlihat di Bendungan Lodoyo. Proses pembersihan saluran masuk air (intake) di area KTH dilaporkan telah rampung secara keseluruhan. Petugas kini mengalihkan fokus pengerukan ke titik lain di bendungan tersebut untuk memaksimalkan hasil.
“Pembersihan intake di area KTH telah rampung dan pengerukan sedimen kini berlanjut di sisi kiri bendungan,” tambah Arief.
Pihak pengelola memproyeksikan volume sedimentasi yang berhasil digelontor pada flushing tahun ini mencapai angka yang cukup fantastis. Target volume yang dibersihkan dari dasar bendungan tersebut dipatok menyentuh angka 600 ribu meter kubik. Namun, kepastian mengenai volume total material yang terbuang baru bisa dikalkulasikan setelah seluruh proses selesai. Petugas nantinya akan menggunakan metode khusus guna mendapatkan data yang akurat.
“Volume pasti baru diketahui setelah kegiatan selesai dan dilakukan pengukuran menggunakan metode echo sounding di Waduk Wlingi dan Lodoyo,” jelas Arief.
Kendati berjalan sesuai rencana, proses flushing sempat diwarnai kendala teknis di area KTH Lodoyo. Aliran pengurasan sempat terhambat akibat menumpuknya material sampah yang menyumbat pintu pembuangan. Sampah yang mendominasi merupakan limbah domestik berupa plastik serta potongan kayu-kayu berukuran besar.
Material tersebut tersangkut di bagian trash rack (saringan sampah) sehingga sempat menghambat laju keluarnya sedimen lumpur. Meski sempat mengalami hambatan tersebut, tim di lapangan bergerak cepat melakukan penanganan. Secara umum, pihak SDA Brantas memastikan pelaksanaan flushing tetap berjalan lancar dan sesuai dengan target lini masa yang ditetapkan.
Pasca-penutupan pintu flushing sore nanti, tinggi muka air di kedua bendungan tersebut dipastikan akan naik secara bertahap. Hal ini dilakukan demi memulihkan pasokan air untuk berbagai sektor yang sempat dihentikan sementara. Distribusi air untuk keperluan irigasi pertanian dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) diharapkan kembali normal pada Sabtu pagi.
Kabar baiknya, pasokan air untuk para petani, termasuk yang bersumber dari intake irigasi Lodagung, dipastikan akan langsung mengalir normal kembali. (Eko)































