KEDIRI, SuaraRepublika.id – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 7 Madiun menggelar sosialisasi keamanan dan keselamatan perkeretaapian di SMPN 1 Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Senin (4/5/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang serta gangguan keamanan di jalur kereta api.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan sedikitnya 983 siswa dan 25 guru. Dalam sosialisasi ini, tim KAI Daop 7 memberikan edukasi mengenai bahaya beraktivitas di jalur rel serta mengenalkan profesi Polisi Khusus Kereta Api.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa disiplin masyarakat di perlintasan sebidang adalah kunci utama keselamatan transportasi. Ia mengingatkan bahwa jalur kereta api bukan merupakan area publik untuk beraktivitas.
“Kami terus mengedukasi generasi muda agar memahami bahwa jalur kereta api hanya untuk kepentingan operasional. Kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan karena gangguan perjalanan KA sering terjadi akibat kurangnya disiplin,” ujar Tohari dalam keterangan tertulisnya.
Tohari juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai fungsi palang pintu di perlintasan sebidang. Ia menekankan bahwa palang pintu bukanlah alat pengaman utama, melainkan hanya alat bantu.
“Masyarakat wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas, baik ada maupun tidak ada palang pintu,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, KAI juga meminta pihak sekolah melalui Kepala SMPN 1 Gampengrejo, Taufik, untuk rutin mengawasi siswanya agar tidak bermain di sekitar rel. Pihak sekolah diharapkan segera melapor ke petugas jika menemukan potensi gangguan yang dapat mengancam keselamatan perjalanan kereta.
KAI Daop 7 Madiun berkomitmen akan terus melakukan sosialisasi serupa secara berkelanjutan di titik-titik rawan wilayah Daop 7 guna mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan nyaman.































