KEDIRI, SuaraRepublika.id – Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menyelenggarakan ajang Kediri Aquatic sebagai upaya strategis mempromosikan potensi perikanan sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di sektor ikan hias. Acara yang berlangsung selama dua hari pada Sabtu dan Minggu (25-26 April 2026) ini dipusatkan di Sentra Ikan Hias Gumul, Kabupaten Kediri.
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, lokasi kali ini dipilih untuk lebih memperkenalkan Sentra Ikan Hias Gumul kepada masyarakat luas. Agenda utama dalam gelaran ini adalah kontes ikan cupang dan ikan molly, yang dipadukan dengan berbagai kegiatan edukatif seperti lomba menggambar, mewarnai, hingga lomba fotografi.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendongkrak produktivitas dan nilai ekonomi ikan hias lokal. Menurutnya, potensi sektor ini sangat besar namun memerlukan stimulus tambahan agar tetap kompetitif.
“Kontes ini adalah bentuk upaya pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika dilihat dari populasi, produktivitas ikan molly kita mencapai sekitar 13 juta ekor per tahun dengan nilai ekonomi menyentuh Rp26 miliar,” ujar Nur Hafid saat memberikan keterangan di lokasi acara.
Lebih lanjut, Hafid menjelaskan bahwa fokus pada ikan molly tahun ini bertujuan untuk membangkitkan kembali minat pasar. Ia mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, tren dan pergerakan pasar ikan molly cenderung stagnan dibandingkan jenis ikan hias lainnya.
Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi dengan hadirnya kontestan yang tidak hanya berasal dari wilayah Kediri, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti, Surabaya, Nganjuk, Malang, Blitar, serta Tulungagung.
Melalui Kediri Aquatic, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap sektor ikan hias dapat menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah, sekaligus menjadi wadah edukasi bagi masyarakat mengenai potensi budidaya perikanan yang menjanjikan.































