KEDIRI, SuaraRepublika.id – Forum Komunikasi Perguruan Pencak Silat Nahdliyin (FKPPSN) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggelar acara halalbihalal 1447 H pada Ahad, 12 April 2026. Kegiatan yang bertajuk “Merawat Jasad, Menjaga Ilmu, dan Menjunjung Tinggi Adab dalam Berkhidmat” ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh Ukhuwah Islamiyah antar anggota pencak silat.
Acara yang berlangsung di Kantor PCNU Kabupaten Kediri tersebut dihadiri oleh sekitar 400 hingga 500 peserta. Para peserta merupakan perwakilan dari berbagai perguruan pencak silat yang anggotanya merupakan kader-kader Nahdlatul Ulama (NU), baik dari Pagar Nusa maupun perguruan silat lainnya.
Ketua FKPPSN Kabupaten Kediri, M. Aziz Purwohandoko, menyampaikan bahwa momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H menjadi waktu yang tepat untuk menjaga persatuan dan mewujudkan solidaritas di antara sesama generasi bangsa. Ia menegaskan bahwa forum ini hadir sebagai wadah komunikasi bagi para pendekar NU yang selama ini mungkin belum terwadahi secara struktural.
”Inti dari kegiatan ini adalah silaturahmi dan halalbihalal untuk semua pesilat yang merupakan kader-kader NU. Forum ini menjadi wadah di luar badan otonom yang sudah ada seperti Pagar Nusa, dan tidak ada hubungan secara kelembagaan maupun struktural dengan pengurusan Pagar Nusa,” ujar Aziz dalam keterangannya.
Aziz menambahkan bahwa undangan yang hadir bersifat pribadi dan mewakili perguruan masing-masing, namun tetap disatukan oleh latar belakang sebagai kader Nahdliyin. Ia berharap ke depannya forum ini dapat semakin solid dan menjadi sarana komunikasi yang rutin.
”Harapannya ke depan, karena ini masih awal, kita akan upayakan untuk diformalkan. Forum silaturahmi ini ingin merangkul semua perguruan yang anggotanya adalah kader NU agar kita bisa selalu berkomunikasi dan bersinergi tanpa menyinggung organisasi yang sudah ada,” tandasnya.
Sementara itu, Samsul Munir, mengatakan bahwa forum semacam ini bagus sebagai media sekaligus sarana berkumpull, menjalin komunikasi dan mempererat tali silaturahmi antar pesilat dari beberapa perguruan silat yang cukup beragam dengan latar belakangnya sebagai warga NU.
“Saya kira forum semacam ini bagus sebagai media sekaligus sarana berkumpul,” kata Samsul Munir.
“menjalin komunikasi dan mempererat tali silaturahmi antar pesilat dari beberapa perguruan silat yang cukup beragam dengan latar belakangnya sebagai warga NU.” imbuhnya.





















