KEDIRI, SuaraRepublika.id – Personel gabungan TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, serta lima perguruan silat ynag terdiri dari, PSHT, PSHW (Winongo), IKSPI, Pagar Nusa, dan Persinas ASAD dikerahkan untuk mengamankan malam takbir Idul Fitri 1447 H di wilayah Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Kamis (19/03/2026). Fokus utama pengamanan terletak pada sterilisasi jalur provinsi Kediri-Blitar dari iring-iringan takbir keliling.
Kapolsek Ringinrejo, AKP Totok Triyono, menyatakan bahwa pengamanan difokuskan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Blitar dan Kediri. Petugas melakukan penyekatan agar massa takbir keliling tidak masuk ke jalur provinsi guna menghindari kemacetan total dan risiko kecelakaan.
“Fokus utama kita adalah menertibkan lalu lintas dan menjaga keamanan jalur utama. Barisan takbir keliling diarahkan agar tidak memasuki jalur provinsi,” tegas AKP Totok.

Meski pengamanan dilakukan secara ketat, AKP Totok menekankan bahwa personel di lapangan tetap mengedepankan tindakan persuasif. Hal ini dilakukan mengingat kegiatan masyarakat merupakan bagian dari perayaan ibadah.
Kapolsek juga memberikan apresiasi khusus atas keterlibatan aktif berbagai organisasi pencak silat. Sinergi antara kelompok bela diri dengan aparat keamanan serta keterlibatan Danpos Ringinrejo Basori, Kasi Trantib Hadi Kuswanto, hingga peran aktif FKDM, Banser, Senkom, dan Rapi dinilai menjadi kunci utama terciptanya situasi kamtibmas yang terkendali di titik-titik rawan keramaian.
Hingga berita ini dilaporkan, kondisi di perbatasan Kediri-Blitar dan pusat keramaian di Ringinrejo terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya insiden menonjol, dan arus lalu lintas di jalur provinsi tetap mengalir lancar di bawah pengawasan tim gabungan. (Eko)




























