KEDIRI, SuaraRepublika.id – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Kediri, Jawa Timur menggelar rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan di bulan suci Ramadan 1447 H. Bertempat di Hotel Front One Kediri pada Selasa (17/03/2026), organisasi kemasyarakatan ini melaksanakan Khotmil Qur’an, pembagian takjil, hingga buka puasa bersama.
Kegiatan ini melibatkan berbagai badan otonom (Banom) Pemuda Pancasila, di antaranya Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA), Srikandi, serta Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Kabupaten Kediri.
Ketua BPPH Pemuda Pancasila Kabupaten Kediri, Samsul Munir, menjelaskan bahwa agenda hari ini memiliki tiga tujuan utama. Selain mempererat silaturahmi antar anggota, kegiatan ini dirancang untuk mengubah citra organisasi agar lebih religius.
“Hari ini kita ada tiga agenda. Pertama adalah Khotmil Qur’an. Kami ingin membawa MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kediri ke arah yang baru, artinya tidak sekadar nasionalis tetapi juga religius,” ujar Samsul Munir di sela acara.

Sebelum agenda keagamaan dimulai, kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada masyarakat umum dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Erlangga, Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem. Munir menyebut aksi ini merupakan wujud kepedulian nyata kader Pemuda Pancasila terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan menjalankan ibadah puasa.
“Pembagian takjil ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama, mungkin bagi mereka yang sedang di perjalanan atau dalam keadaan tertentu tidak sempat menyiapkan berbuka puasa dengan cukup,” tambahnya.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kediri, Helmi Anshori, beserta jajaran kader dan tamu undangan dari lintas organisasi. Melalui momentum ini, Helmi dalam sambutannya menegaskan bahwa pentingnya kader bangsa untuk berhati-hati dalam menerima informasi, sehingga tidak mudah di adu domba, dan Pemuda Pancasila berharap dapat terus bersinergi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Kediri umumnya, serta dapat menegaskan energi, kreativitas, dan idealisme generasi muda sebagai motor penggerak utama dalam kemajuan bangsa.
“Setiap kader bangsa untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi, sehingga nantinya tidak mudah untuk diadu domba,” pesannya.




























