KEDIRI, SuaraRepublika.id – Warga Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri Jawa Timur dikejutkan oleh dua ledakan keras yang terjadi pada Senin malam. Ledakan yang diduga berasal dari petasan tersebut memiliki daya ledak cukup besar hingga suaranya terdengar sampai radius lebih dari 3 kilometer dari lokasi kejadian.
Kepala Desa Karangtengah, Soekarmanto Wijaya mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi dua kali. Ledakan pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di area bagian belakang pemukiman. Tak berselang lama, saat warga tengah berkumpul untuk mencari sumber suara, ledakan kedua kembali terjadi di area depan sekitar pukul 23.30 WIB.
”Saya dihubungi oleh pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengenai adanya ledakan. Saat saya tiba di lokasi, memang kondisinya cukup mengejutkan. Ledakan pertama jam 11 malam, lalu yang kedua sekitar setengah 12 malam,” ujar Kepala Desa Karangtengah saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, identitas pelaku maupun asal muasal bahan peledak tersebut masih misterius. Pemilik rumah yang menjadi titik lokasi ledakan mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas pembuatan atau penyimpanan petasan di kediamannya.
”Pemilik rumah ini orangnya sudah tua dan masih bujangan. Saat ditanya, beliau mengaku tidak tahu sama sekali. Beliau sendiri juga terkejut dengan adanya ledakan tersebut,” tambahnya.
Pemerintah Desa Karangtengah sebenarnya telah berulang kali memberikan imbauan kepada masyarakat dan perangkat desa untuk mengantisipasi bahaya petasan, terutama menjelang perayaan hari besar. Namun, tradisi bermain petasan di masyarakat diakui masih sulit dihilangkan sepenuhnya.
”Kami sudah sampaikan kepada seluruh masyarakat dan perangkat desa untuk antisipasi agar tidak ada pesta mercon. Tapi namanya masyarakat, setiap tahun sudah kami imbau dan peringatkan, tetap saja ada kejadian seperti ini,” jelasnya.
Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kejadian tersebut sempat menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan warga. Pihak kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.




























