KEDIRI, SuaraRepublika.id – Polres Kediri menggelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026 di Mapolres Kediri, Kamis (12/3/2026) sore. Apel ini menjadi tanda dimulainya kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Kabupaten Kediri.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, jajaran kepolisian, TNI, serta sejumlah instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan Lebaran tahun ini.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menjelaskan, pengamanan Lebaran tahun ini dilakukan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
“Saat ini melaksanakan operasi terpusat dengan Sandi Operasi Ketupat, khusus di Jawa Timur, Operasi Ketupat Semeru 2026 dari tanggal 13 hingga tanggal 25 Maret 2026,” katanya.
Dalam operasi tersebut, Polres Kediri menyiapkan 365 personel yang akan bertugas mengamankan berbagai titik rawan kemacetan, kecelakaan maupun pusat keramaian. Jika digabung dengan personel dari TNI, pemerintah daerah dan unsur masyarakat, total kekuatan yang diterjunkan mencapai 536 personel.
“Polres kediri menyiapkan personil sejumlah 365, dan jika ditambah dengan pemerintah daerah, dengan dinas terkait, kemudian TNI, dan juga dari masyarakat, sejumlah 536,” ucap Bramastyo.
Ratusan personel tersebut akan disiagakan untuk melakukan pengamanan di 19 Polsek jajaran yang mencakup 21 kecamatan di wilayah hukum Polres Kediri. Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat kepolisian jika membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.
“Yang pertama adalah, tadi sudah sampaikan Mas Bup, terkait 110, monggo bisa digunakan,” tuturnya.
Selain itu, Polres Kediri juga membuka layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah saat mudik Lebaran. Kemudian kendaraan yang ditinggal oleh penghuni, oleh pemilik untuk berpergian keluar kota.
“Silahkan kita membuka penitipan kendaraan di kantor kepolisian, baik di polsek maupun di Polres,” ungkapnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggal bepergian serta menyimpan dokumen penting di tempat yang aman.
Di sisi lain, pengendara yang melakukan perjalanan mudik diminta untuk memperhatikan keselamatan berkendara dengan menggunakan kendaraan yang laik jalan dan tidak membawa muatan berlebih.
Selain itu, para pengendara juga diminta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan selama perjalanan.
“Jalur nasional dari Simpang Tiga Mengkreng hingga perbatasan Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu titik yang rawan terjadi kepadatan kendaraan,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, kepolisian akan menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah simpang strategis seperti Simpang Papar, Simpang Plemahan, dan Simpang Mengkreng.
“Silakan jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi 110, apabila masyarakat kediri maupun luar kediri, dimanapun berada saat melaksanakan aktivitas mudik,” pungkas Kapolres Kediri.




























