KEDIRI, SuaraRepublika.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan debit air sungai lak bestim meningkat hingga memutus pipa penyaluran air bersih bagi 500 kepala keluarga di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (2/3/2026) sore tersebut mengakibatkan infrastruktur pipa air bersih milik Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) rusak parah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran sungai tampak berwarna cokelat pekat dan membawa material sampah serta patahan dahan.
Perintis Pamsimas Desa Besowo, Nur Abidin, mengatakan, bahwa derasnya debit air sungai menyebabkan banjir hingga memutus instalasi pipa saluran air bersih dari mata air Sumber Bening. Menurutnya, kerusakan utama terjadi pada jalur pipa utama yang menghubungkan bak penangkap air (broncaptering) ke jaringan distribusi.
“Hujan sangat lebat sejak pukul dua siang, menyebabkan banjir besar. Material pipa dari Pamsimas ikut hanyut arus,” ujar Nur Abidin.
Setidaknya terdapat sekitar 50 meter pipa jenis PVC yang terputus dan hilang tersapu banjir. Akibat terputusnya akses air bersih ini, lebih dari 500 warga dari 2 dusun di Desa Besowo yang bergantung pada layanan Pamsimas kini mengalami kesulitan air.
“Dampaknya sangat terasa bagi warga yang mengandalkan Pamsimas. Untuk sementara, masyarakat tidak bisa mengakses air bersih sama sekali,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak pengelola Pamsimas bersama warga masih melakukan pendataan kerusakan lebih lanjut di sepanjang aliran sungai dan berupaya mencari solusi darurat agar pasokan air bersih dapat kembali mengalir ke rumah-rumah warga. Warga juga berharap pemerintah kabupaten dapat memberikan bantuan pipa besi serta bronjong, sehingga distribusi air bersih dari sumber mata air Ke pemukiman warga kembali lancar.
“Kami membutuhkan pipa besi dan juga bronjong, itu yag paling darurat dibutuhkan,” pungkasnya.



























