KEDIRI, SuaraRepublika.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kembali mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan dengan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini diambil sebagai respons atas tren kenaikan harga beberapa komoditas bahan pokok di pasar tradisional dalam beberapa waktu terakhir.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati menjelaskan, bahwa program ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat luas.
“Tujuan dilakukannya OPM ini adalah upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok. Sebelumnya, kami telah melakukan survei di pasar dan menemukan beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga,” ujar Vinanda Rabu (25/2/2026).
Hasil survei tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, yang melibatkan instansi terkait seperti Bulog, Bank Indonesia, dan Kepolisian. Dari hasil kajian tersebut, diputuskan perlunya intervensi pasar melalui OPM dan GPM.
Pelaksanaan GPM sendiri telah dimulai sejak hari Senin lalu dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang. Sementara itu, program OPM akan dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai titik hingga tanggal 13 Maret mendatang, termasuk di area Balai Kota Kediri.
Sejumlah komoditas yang ditawarkan dalam pasar murah ini meliputi beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, hingga aneka sayuran. Vinanda menyebutkan terdapat selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga di pasar umum.
“Untuk gula, selisih harganya sekitar Rp1.000. Begitu pula dengan beras SPHP, minyak goreng, dan sayuran yang kami jual dengan harga lebih murah. Kami bekerja sama dengan distributor untuk memastikan harga tetap stabil hingga 13 Maret nanti,” tambahnya.
Kegiatan ini rencananya akan menyasar berbagai kelurahan di Kota Kediri secara bergilir untuk menjangkau lebih banyak warga. Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak.
“Saya berpesan kepada masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Belilah sesuai dengan kebutuhan saja karena pasokan insyaallah aman dan tersedia,” tutup Vinanda.




























