MADIUN, SuaraRepublika.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun resmi mengoperasikan 10 perjalanan KA Tambahan untuk masa angkutan Lebaran 2026. Langkah ini diambil guna mengakomodasi lonjakan pemudik yang diprediksi meningkat tajam pada periode mudik dan arus balik tahun ini.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa pemesanan tiket tambahan tersebut sudah mulai dibuka secara bertahap sejak Rabu (11/2) lalu.
“Ada 10 perjalanan KA tambahan jarak jauh, baik yang berangkat awal dari Daop 7 maupun yang melintasi wilayah kami, yang mulai dibuka penjualannya untuk memberi ruang lebih luas bagi masyarakat dalam merencanakan mudik,” ujar Tohari dalam keterangan resminya, Senin (16/2/2026).
Beberapa rangkaian KA tambahan yang disiapkan meliputi KA Brantas Tambahan (Blitar–Pasarsenen PP), KA Sancaka (Surabaya Gubeng–Yogyakarta PP), KA Gajayana Tambahan (Malang–Gambir PP), serta KA Pasundan Tambahan (Surabaya Gubeng–Kiaracondong PP).
Berdasarkan data hingga Senin (16/2), KAI Daop 7 mencatat sebanyak 47.444 tiket telah terjual untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Jumlah tersebut setara dengan 59 persen dari total kapasitas 80.124 tempat duduk yang disediakan.
“Angka ini menunjukkan peluang masyarakat untuk mendapatkan tiket masih terbuka lebar, terutama untuk KA Madiun Jaya tujuan Pasarsenen yang ketersediaannya terpantau masih mencukupi,” tambah Tohari.
Pihak KAI mengimbau calon penumpang untuk melakukan pemesanan melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI, situs kai.id, atau mitra resmi lainnya guna menghindari praktik percaloan dan penipuan. Masyarakat juga diminta teliti dalam menginput data diri serta merencanakan tanggal keberangkatan lebih awal untuk menghindari kegagalan transaksi saat periode beban puncak (war tiket). “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar momen Lebaran 2026 berjalan selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” tutupnya.




























