KEDIRI, SuaraRepublika.id – Misteri kematian tragis NIZ balita asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, mulai memasuki babak baru. Muhammad Wahyudi, kakak kandung korban, memberikan keterangan mengejutkan terkait kondisi adiknya sebelum ditemukan meninggal dunia yang diduga akibat kekerasan dalam rumah tangga.
Ditemui usai proses pemakaman, Wahyudi mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian yang merenggut nyawa adiknya tersebut. Hal ini dikarenakan dirinya sudah tidak tinggal satu rumah dengan korban. Namun, ia sempat bertemu dengan NIZ dua hari sebelum kejadian.
“Terakhir bertemu dua hari yang lalu, saat itu dia (korban) sedang tidur. Saya memang tidak tinggal serumah,” ujar Wahyudi saat dimintai keterangan di area pemakaman.
Wahyudi menambahkan bahwa selama pertemuannya, ia tidak melihat adanya gelagat aneh atau perlakuan kasar secara langsung dari anggota keluarga lainnya. Ia mengenalkan adiknya sebagai sosok yang cenderung pendiam dan penurut.
“Setiap saya ke rumah nenek, dia lebih banyak tidur dan jarang bicara,” imbuhnya.
Meskipun informasi dari warga sekitar menyebutkan adanya dugaan kekerasan yang berulang, Wahyudi menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak Kepolisian. Ia berharap keadilan ditegakkan bagi sang adik.
“Harapannya diusut tuntas, dicari kebenarannya. Kalau pelakunya sudah ketemu, saya ikut keputusan hukum saja,” tegas Wahyudi.
Sebelumnya diberitakan, NIZ ditemukan meninggal dunia dengan luka memar di bagian pelipis mata dan perut. Tidak hanya NIZ, kedua kakak korban lainnya juga ditemukan dengan luka-luka serta bekas sundutan rokok di sekujur tubuh mereka.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Kediri Kota telah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan, yakni Wito (ayah tiri), Hariyani (ibu kandung), dan Sumilah (nenek korban).























